Saturday, January 10, 2015

Review Salon Flaurent Jogja

Heyyyy, guys! Kali ini, saya mau review salon Flaurent Jogja yang baru saja saya kunjungi tadi.

Dua tahun lalu, saya juga sempat ke sini bareng ibu. Bisa dibilang, ini salon perempuan pertama yang saya datangi dan memprakarsai hobi baru saya di Depok, yakni nyalon. Wakakaka.

Tanteku memberi saran untuk mengambil paket mini yang terdiri dari body spa, hair spa, dan facial. Tiga perawatan ini bisa kalian ambil dengan merogoh kocek Rp125.000,00. Gila. Ini-murah-banget! Salon langgananku aja bisa kena biaya sekitar Rp300.000,00.

Oh iya, seperti yang saya bilang tadi, ini salon perempuan bukan salon muslimah. Which is mean, kamu tetap harus menjaga auratmu di situ. Entahlah, kali ini saya nakal mengabaikannya karena udah ngebet banget ke salon. (Maaf. Jangan ditiru!)

Saya didampingi kapster Prapti. Orangnya ramah dan asyik diajak ngobrol. Yak, meluncuuuur. Perawatan pertama saya adalah hairspa. Karena tergabung dengan paket, saya hanya mendapatkan varian masker biasa. Ets, jangan khawatir! Kamu bisa memilih masker dengan keharuman lain, kok, dengan menambahkan Rp10.000,00. Flaurent menawarkan keharuman mint, green tea, stroberi, dan cokelat. ♡

Overall, hair spa-nya enak tetapi pijatannya kurang. Hm, mungkin karena saya akan body spa juga? Entahlah. Sembari menunggu maskernya meresap, saya melangkah ke ruangan kedua. Facial, yeay! (Tadi tidak segembira ini) You know-lah, gimana sakitnya di-facial. Eh, tetapi ternyata facial tidak selamanya menyiksa. Kapster Flaurent berhati-hati banget membasmi jerawat kecil dan komedo di wajah.  Alhamdulillah. :'D

Produk yang dipakai adalah Biokos. Sebenarnya, kamu bisa menggantinya dengan DDF dengan biaya tambahan Rp10.000,00. Sayang, saya nggak berani karena khawatir nggak cocok. Saya tak mau breakout lagi. :'D

Next, lanjut ke body spa Flaurent. Ruangan body spa terletak di belakang gedung. Di samping ruangan, tiba-tiba ada beberapa lelaki. PARAH. SYOK ABIS. Kondisinya adalah saya sedang tidak berkerudung. Kok bisa ada laki-laki, sih? Minus. Minus. Minus.

Udahlah, ya, saya nggak perlu ceritakan rangkaian body spa. Pada tahu, kan? :p Btw, mungkin ini perawatan body spa terakhir saya. Bukannya kenapa, saya baru ingat kalau ada batas-batas aurat antarperempuan. So, merawat diri di rumah juga bisa ;)

Loncat ke penilaian aja, ya.

Kelebihan:
-kapster ramah
-masker rambutnya wangi
-facial tidak terlalu sakit
-murah
-ada camilan gratis :9
-kursi sauna dari kayu, bukan sauna abal-abal dari kain macam plastik. Nice

Kekurangan:
-kurangnya privasi di ruangan body spa. Satu ruangan ada tiga tempat tidur, kursi sauna, dan kamar mandi. Tiap tempat tidur dipisahkan tirai panjang. Sayang, kamar mandinya hanya dipasangkan tirai. Ckckc. Andai saja diletakkan di ruangan terpisah
-kapster terpatok sama waktu. "Mbak, bersih-bersihnya 15 menit, ya.", "Mbak, perawatan ini 30 menit, ya." Sedikit ganggu menurutku karena membuat pelanggan nggak santai
-ada laki-laki di lingkungan salon
-hasil blow tidak rapi. Terkesan kapsternya buru-buru dan sekadar mengeringkan rambut saja
-merangkap beberapa perawatan sekaligus. Hair spa paling awal, tetapi dibasuh paling akhir. Gils
-ramai banget!

I give 3 stars from 5.
☆☆☆

No comments:

Post a Comment