Sunday, June 19, 2016

Kenangan di Blackberry

Pagi ini baru menyalakan ponsel Blackberry setelah berbulan-bulan teronggok di lemari. Aku memutakhirkan aplikasi WhatsApp dan BBM agar bisa kugunakan kembali. Waktu terakhir aku login di WhatsApp ternyata Agustus 2015, nyaris setahun lalu. Semua obrolan masih tersimpan sempurna. Juga obrolan kita yang dulu.

Kata sahabat terdekatku, "Kalau kamu masih sedih tiap ingat dia, berarti kamu belum move on sepenuhnya," Siapa bilang aku sedih? Aku menangis saja, kok. (tertawa getir)

Well...
Mungkin aku tipikal orang yang menghargai setiap momen, baik momen indah atau pahit. Sampai sekarang, aku bahkan menangis atau merasa hampa tiap melihat foto atau bertemu orang yang kusukai dulu. Memang tidak setiap orang memorable, kalau sekadar taksir pastilah aku biasa saja. Akan tetapi, ada beberapa sosok yang memberikan pengaruh besar di hidupku, tentunya tidak bisa dilupakan begitu saja. Ada yang pertama kali mengenalkan pengalaman saling mencintai, ada yang mengantarkanku ke gerbang cita-cita, ada yang memperkenalkan hangatnya sebuah keluarga, ada yang mengubah perspektif hidupku, dan lain-lain. Sosok-sosok itulah yang membuatku seolah tidak bisa move on, padahal sudahlah kutemukan penggantinya. 

Jadi, kenapa menangis?
Coba kau tanyai hatiku
Mengapa ia betah sekali menyimpan nama-nama kalian di sana
Padahal yang tersisa tinggallah luka
Canda tawa yang dulu raib entah ke mana
Seolah tidak pernah ada.

No comments:

Post a Comment