Sunday, February 12, 2012

Nocturno (fragment)

Oleh: Chairil Anwar


Aku menyeru - tapi tidak satu suara
membalas, hanya mati di beku udara.
Dalam diriku terbujur keinginan,
juga tidak bernyawa.
Mimpi yang penghabisan minta tenaga,
Patah kapak, sia-sia berdaya,
Dalam cekikan hatiku

Terdampar... Menginyam abu dan debu
Dari tinggalannya suatu lagu.
Ingatan pada Ajal yang menghantu.
Dan demam yang nanti membikin kaku...

Pena dan penyair keduanya mati,
Berpalingan!

1946

No comments:

Post a Comment