Wednesday, March 9, 2016

Aku kehilangan, tetapi jangan harapan!

Sudah lama kehilangan pegangan
Kehilangan manisnya ibadah
Kehilangan semuanya

Sejak bertemu kau saat itu, aku melupakan semua yang aku punya. Kukesampingkan izzah dan iffahku sendiri demi berlama-lama denganmu. Sampai hari ini kutahu, setelah disadarkan untuk kesekian kalinya, semua sia-sia. Kau tak pernah peduli sudah seberapa jatuh aku di hadapan Allah. Kau tak pernah peduli sudah seberapa tergores citraku sebagai seorang perempuan, yang katanya taat. Yang kau tahu, kau senang menghabiskan waktu denganku dan aku pun senang menghabiskan waktu denganmu. Sampai tiba masa kita kehilangan bahan cerita, kau pergi tanpa mau tahu perih dan lukaku.

Maka hilanglah cahaya dari dalam diriku. Kau cahaya semu yang penuh tipu. Aku terbingung-bengong sendiri menghadapi hari-hari. Kadang melamun, kadang menangis. Seolah kehilangan sandaran jiwa, padahal Tuhan sangatlah dekat di urat nadi.

Hal ini tidak bisa dibiarkan lama-lama. Jika ingin bangkit, haruslah dimulai dari diri sendiri. Hari ini aku kembali ke majelis ilmu. Bertemu kakak yang lama dirindukan. Kembali membaca huruf unik meliuk yang lama kutinggalkan. Katanya, jika kau mendekat satu langkah kepada Tuhanmu, maka Ia mendekat sepuluh langkah menujumu. Aku cuma mau aku yang dulu, walaupun aku tak yakin diriku yang dulu sudi mendekat dan melekat ke diriku yang kini. Akan tetapi, aku berharap, sejatinya kita tak boleh kehilangan harapan.

Aku boleh kehilangan semuanya, asal jangan kehilangan harapan. Harapan menjadi sosok yang jauh lebih baik lagi.

Bismillah.
Dan untuk kau, kalau kita memang jodoh, rindu yang bersarang dalam jiwa pasti akan menemukan titik temunya. Kerinduan ini dapat dilampiaskan pada sebuah pertemuan yang membahagiakan, yakni ketika pertama kali kau berdiri di sampingku sebagai kawan perjalanan kisah cinta. Sampai tua, sampai jadi debu, kalau kata Banda Neira.

Monday, March 7, 2016

Berdua Kita

Kurasa cukup cerita-cerita kita
Dikisahkan pada kawan
Semakin ia dibagi, semakin ia tidak sejati
Tak akan ada sesiapa yang mengerti selain diri kita sendiri
Biarkan Allah seorang menjadi saksi
Atas kegamangan yang kita rasakan sendiri
Juga atas pucuk-pucuk harap yang semakin tinggi

Berdua kita tak tahu ke mana jeram 'kan membawa
Berdua kita duduk menanti dengan rasa yang tak punya definisi
Berdua kita melontarkan tanya, "Akankah yang berdua tetap berdua sampai tua?"
Pabila berdua kita benar-benar menjelma kita berdua?

Diksi sederhana

Diksimu sederhana dan aku suka
Seperti cintaku yang, sebenarnya, sederhana

Sunday, March 6, 2016

Mingkem

Ekspresimu ketika mendapati seorang mbak bercadar menyandarkan kepala di bahu suaminya. Sepertinya ia lelah. Yang ngelihat cuma bisa mingkem. Iya, mingkem.
--
Omong-omong, ini tes foto pakai Samsung Ayah. Gila, nipu banget, ye? Kok bisa wajah jadi putih dan mulus begitu? Selain bantuan beauty feature yang ada di kamera, ada pula bantuan cahaya matahari dan makeup. :/

Ah, merasa pakai camera360.

Saturday, March 5, 2016

Pencemburu

Kau bagai gabungan sosok yang kuharapkan
dan juga gabungan sosok yang tidak kuharapkan

Aku sudah tahu, sejak awal mula
hatiku tak setuju dengan sifat macam itu
yang sayangnya kau miliki pula

Aku, sungguh tidak ingin dibagi
hanya ingin menjadi satu dan satu-satunya
juga pertama dan paling pertama
dalam setiap aktivitasmu

Daripada aku menggunting tambang yang telah susah payah kau rangkai menjadi jaring, lebih baik aku mendorong sampan dan berlayar jauh. Jauh, jauh dari engkau.

Aku, ingin menjadi hanya dan paling untukmu
hingga tiada ruang terbuka selain untuk aku
Aku pencemburu, ya aku tahu

Lipstik [updated!]

Bahagia itu akhirnya menemukan lipstik yang pas dengan warna bibir. (Catatan: tulisan ini panjang banget, jadi sabar aja bacanya atau silakan lompat ke tulisan selanjutnya. Oya, tulisan ini bukan review jadi nggak ada foto swatch pengaplikasiannya)

Beberapa waktu belakangan memang sering beli lipstik. Nggak tahu kenapa, suka aja lihat warna-warna. Lipstik pertamaku itu seri exclusive-nya Wardah, lupa warna yang mana. Karena ternyata lipstik itu bikin bibir kering, akhirnya kuanggurkan di lemari dan hilang sendiri. Ckck. Setelah itu, aku beralih ke lipgloss-nya Wardah. Aku beli dua saking sukanya, warna creamy brown dan soft pink. Favoritku sih creamy brown karena warnanya nggak terlalu mencolok. Next, beli yang cinnamon red. Nanti aja, kalau lipgloss-nya udah habis. :D (coret) Sudah kubeli dan sangat aku suka, hehe.

Lama pakai lipgloss, iseng cari-cari lipstik lagi. Soalnya, efek glossy di wajah itu agak “berat” kalau dipakai saat ke kampus. Berasa abis makan gorengan yang bekasnya nggak dilap pakai tisu. ( ._.) Maka beralihlah diriku ke baby lip color Maybelline warna oranye. Wkkww, aneh-aneh aja ya, kenapa nggak pink coba? Karena pink sudah terlalu mainstream. #wealah

Awalnya tahan punya tiga gincu ini doang sampai akhirnya aku tergoda membeli lipstik warna merah. Entah, suka sekali dengan orang yang pakai lipstik merah. Kebayang-bayang Taylor Swift. ♡ Jengjeng, maka beberapa hari sebelum berangkat ke Amerika, aku mampir ke konter Maybelline dan beli lipstik lagi! Shade 202. Merah banget kayak makan orok. Malu aku, maluuuu. (/v\) Niatnya sih cuma dandan karena mau ketemu keluarga. Mau aja dianggap, “Ini lho Ma, anakmu udah gede, udah kayak perempuan, udah bisa makeup!” Hahaha. :D

Eh, tahu-tahunya usahaku dikritik mama, “Kamu itu kalau dandan kelihatan banget. Duh, kayak tante-tante.” Jengjeng, keplesetlah daku dari atas awan kumulonimbus. Tega banget dirimu, Maaaah. Akan tetapi, mama langsung bilang, “Nanti saya ajak ke Duane Reade belanja make up.” Huwaaaa, senang sekali. Belanja makeup nggak tanggung-tanggung. Beli bedak, blush on, eye shadow, maskara, lipstik, lip liner, eye liner, blend, dan BB cream. Makasih, Mama tercinta! ♡

Lipstik yang kubeli waktu itu adalah Revlon atas saran mama. Katanya, teksturnya lembut. Pilihanku jatuh pada warna sweet pea dan marigold. Alasannya, belum pernah coba warna pink dan warna nude. Sumpah, sekilas warna marigold itu seperti warna nude yang kucari-cari. Setelah diaplikasikan di rumah, wah kacau. Marigold nggak pas untukku karena bibirku jadi pucat kayak orang sakit. Ini mah nude untuk orang bule, bukan orang Asia. Ditambah lagi, entah kenapa ketika diaplikasikan, bibir yang pecah-pecah malah makin tercetak jelas. O no, no. ( TvT)

Dua lipstik itu tetap kupakai, kok, walaupun bermodal ketidakpercayaan diri. Ya mesti tanggung jawab dengan apa yang dibeli, kan? Habisin noh, habisin. :“)

Karena masih penasaran dengan lipstik warna nude yang pas, seminggu lalu ke konter Wardah dan beli lipstik matte. Belum pernah coba lipstik matte sebelumnya. Harusnya sih, warna lipstik matte menyatu dengan bibir dan nggak terlalu berkilau macam lipstik lainnya. Aku minta ke SPG Wardah lipstik yang warna agak cokelat dan ditawarkan shade 13. Oke, aku percaya saja setelah meng-apply-nya di tangan. Pas dicoba di rumah, jengjeng, masih merah. Oh my. Memang nggak semerah Maybelline 20, tetapi gagal dapat lipstik nude, dong? (T.T )

Hari ini ketemu Ayah di Karawaci. Mampir di Hypermart Supermal Karawaci. Aku langsung menuju rak skincare, makeup, haircare, dan toiletries untuk mencari konter Wardah. Entahlah, benar-benar penasaran dengan warna nude. :”)

Kenapa Wardah lagi? Karena matte-nya lumayan walaupun masih jauh dari harapan. Lagian, merk itu yang termurah dan halal. Haha. Masih meminta warna yang sama, warna cokelat. Mbak SPG-nya langsung ngeh dan nawarin shade 13. Yah, ini lagi. Kuminta saja yang lebih gelap dan ditawarkan shade 14. Warnanya cukup meyakinkan untuk diboyong ke kasir. Setelah kuperhatikan lipstik yang ada di konter, tampaknya makin kecil angkanya makin muda warnanya, sementara makin tinggi angkanya makin gelap warnanya menuju merah. (Ini konsep dunia perlipstikan, ya? Aku baru tahu)

Sesampainya di rumah, langsung coba mainan baru, a.k.a lipstik baru. Beneran nude nggak nih, kalau nggak, mari berpaling ke merk lain. Jengjengjeng, alhamdulillaah mendekati harapan! Yuhuu, terima kasih Wardah. :)))

Omong-omong Wardah, saat ini Wardah meluncurkan seri lipcream, lhooo! Kya banget! Seri lipcream terdiri atas enam warna yang lucu-lucu. Aku sendiri punya yang shade 03 See You Latte. Finishing-nya matte. Kemasannya panjang dan mirip tabung, sedikit berbeda dengan kemasan lipgloss. Ketika diaplikasikan, lipcream ini sangat lekas kering, dingin, dan menempel di bibir. Bagus sekali! Sebelum dipakai, pastikan bibir kamu tidak pecah-pecah, ya, supaya tampilannya bagus. :)

Oh iya, ketika sedang jalan-jalan ke Deer Park, New York, saya beli satu lipgloss merk Express. Iya, jadi lipgloss ini dijual di toko Express. Warnanya manis, harum, kemasannya lucu, tetapi sayangnya lengket banget di bibir. Haha, still my favorite though.

Jadi, sekarang sudah punya berapa gincu, Nad? Ya…kalau ditotal dengan lipgloss…sekarang punya sembilan.

1. Lipgloss Wardah Creamy Brown - Rp35.000,00
2. Lipgloss Wardah Cinnamon Red - Rp35.000,00
3. Lipgloss Express Plum Passion - $6.95
4. Maybelline Colorshow 202 - Rp39.000,00
5. Revlon Ultra HD Sweet Pea - $9.49
6. Revlon Ultra HD Marigold?- $9.49
7. Wardah Matte 13 - Rp34.000,00 
8. Wardah Matte 14 - Rp34.000,00
9. Wardah Lipcream 03 - Rp56.000,0

*Lipstik exclusive Wardah hilang, lipgloss Wardah Soft Pink habis, sementara baby lip color Maybelline oranye tinggal sedikit dan tutupnya hilang. Nggak higienis, mamen. Udah kena debu dan tinta pulpen. :(

Next: Aku sudah lama mau coba lipstik MakeOver. Temanku merekomendasikan seri Creamy Lust 008 dan Ultra Hi-Matte 005. Wop, oke! Nanti aku meluncur ke konter.

Kapan kamu mesti menyingkirkan lipstik dari kotak makeup?
Some say, toss your lipsticks every one year, and some say every two years. Well, you choose. Kalau aku sekitar 1,5--2 tahun. Mahal coy, masa dibuang selekas itu. Hahaha, asal jangan lebih dari dua tahun, ya. Makeup itu perantara bakteri, lho. ( ._.)

Dasar. Sekalinya jadi wanita, hobi banget bermain dengan makeup. Memakai makeup tidak lantas menjadikanmu sosok yang palsu dan tidak percaya diri, kok. Ibarat kata, ya, tidak ada yang sempurna di dunia ini. Apa salahnya “menyempurnakan” penampilan demi diri sendiri? Kalau kau memang suka, mengapa tidak? Asal jangan menor. Eh, boleh menor, tetapi di rumah aja, ya? Balik lagi, kecantikanmu sebenarnya terletak ketika kamu mengusap semua makeup dari wajah. :)

Jangan lupa hapus makeup begitu sampai di rumah! :D

Cheers,
Nadia Almira Sagitta

Updated: 16 Mei 2016

Satu frekuensi diskusi

Ada beberapa hal yang asyik kudiskusikan denganmu
Semacam gairah hidup dan cita-citaku, kau tahu
Ada pula beberapa hal yang tak kita diskusikan walaupun aku ingin
Sementara bersama dia, kekosongan-kekosongan itu terpenuhi
--

Perbedaan topik pembicaraan tentu dipengaruhi oleh pribadi masing-masing. Aku tidak bisa memaksa kita berbicara mengenai topik ini-ini melulu. Akan tetapi, aku betul ingin yang satu frekuensi. Yang bisa kuajak berbicara ini juga itu secara bersamaan. Kadang kupikir, apa sebaiknya aku menikahi diri sendiri? Hahaha, bah, konyol sekali. Ya sudahlah, seberbeda apa pun pikiran kita, asal kau mengerti dan mau berusaha untuk mengerti cita-citaku, apa salahnya kuterima kau dengan sepenuh hati? Nanti.