Friday, March 4, 2016

Guardian angel

C: N, aku pengin nikah pada umur 23, lho.
N: Demi apa kamu?
C: Hahaha ya, tahun depan dong? Hwaaa.
N: Kok cepat banget, sih?
C: Emang impian sejak SMA, sih. Sehabis S-1 dilamar juga nggak masalah. Asal yang ngelamar benar-benar bisa menghidupi, ya.
N: If only I had courage like you.
C: Hahaha, kenapa?
N: Ya itu. Memutuskan nikah pada umur segitu. Aku kayaknya belum siap.
C: Soal nikah, sampai kapan juga nggak akan matang persiapannya, N.
N: I know, but still, you obviously need a preparation.
C: Aku tahu. Menurutku, kesiapan mental itu cukup. Tidak ada salahnya juga menikah cepat. Aku punya mimpi, banyak banget. Selama proses itu, aku butuh teman, penyemangat, guardian angel, dan hero.
N: Aku...sebenarnya juga mau sekali. Tetapi aku takut jadi banyak perbedaan yang mengusik hidup, seperti dilarang-larang, misalnya.
C: Itu sih bisa dibicarakan. Apa yang mau diatur, apa yang tidak. Kita memang belum tahu akan menikah dengan siapa. Direncanakan saja dulu. Lagipula, menikah itu kan sunnah.
N: Iya, aku tahu. Kamu dewasa banget.
C: Hahaha, N!
--

N percaya, jika suatu saat nanti ada pemuda yang benar serius, kekhawatiran N akan dibuat luntur begitu saja dengan kuasa Allah. Apalagi jika dia yang mengetuk pintu. Ya, apalagi dia.

The Right One

M: When will I have the right man in my life, C? I'm tired.
C: Sabar...
M: (diam)
C: Nanti kau akan ketemu, kok. Lagipula targetmu masih setelah S-2, kan? Mungkin dia datang di sekitaran umur segitu?
M: Jadi, aku harus patah hati terus sampai umur dua lima, begitu?
C: You don't have to. Bisa jadi si ini yang datang di masa depan. Bisa jadi si itu yang datang. Jangan terlalu dipikirkan.
M: Yah, semoga saja.
--

Ke mana lagi nasib cinta akan membawamu, M? Banyak yang bisa terjadi pada tiga tahun mendatang, bukan? Tiga tahun sebelum kau benar-benar menjejak umur dua lima? Semoga kabar baik datang dari London.
Dan semoga kabar baik pun datang darinya, M. Tepat sesuai rencana dan harapan.

But if all of your plans don't go well as you expected, there's always a plan B or even C. Trust in Allah.

If we have a chance

Emma: Whatever happens tomorrow, we've had today. And if we should bump into each other sometime in the future, well, that's fine, too. We'll be friends.
Dexter: Yeah, right.
--

My favorite dialogue ever in One Day.
Yeah, if we see each other again in the future, we'll be best friends, won't we?
Or you know, we'll be married if you want.

Anyway, enough all the dreams. Only seeing you happy and know that you're doing well, it's fine for me. God bless you, God bless us. I hope for the best. Enjoy your life now and make the most of it!

See you later, sunshine.

Cheers,
Nadia Almira Sagitta

Menanti

Aku menunggu di sini lama sekali
Tidak, kita tidak membikin janji
Iseng saja kunantikan engkau
Untuk melepas rindu akan sebuah temu

Thursday, March 3, 2016

Sweet pea

Laksana aroma sweet pea pagi hari
Kau menculikku dari segala kepenatan yang menghantui diri

Wednesday, March 2, 2016

Bumerang

Dia biarkanku jatuh cinta
Lalu dia pergi seenaknya
Dihantui ragu tapi tak peduli
Gegabah jadi alasannya

Pandangan yang takkan ku lupa
Lama sudah aku tak punya
Lalu dia pergi menunggu dipaksa
Dirayu untuk bicara

Sudah jauh kini aku berjalan tinggalkan dirimu
Takku lihat lagi apa yang membutakan oh ragamu
Sementara kau sibuk dengan permainanmu
Dengan hati yang lain, nama yang lain
Sibuk merakit bumerang 'tuk menyerangmu
Berbalik menyerangmu
...

(Tulus)

Sumpah, baru tahu ada lagu Tulus yang ini! Wakaka, tampaknya akan masuk daftar putar favorit. Musiknya asyik, liriknya kocak.

Tetapi, bumerang? Nggak, aku nggak niat menyerang siapa-siapa. Damai, mamen. Let me live my best life, I will let you so.

Kau biarkanku jatuh cinta~~~
tapi janganlah buru-buru pergi
dan tinggalkanku yang sedang mabuk
di ambang batas asmara

(mantep dah kata-katamu, Nad, haha!)

Luv,
Nadia Almira Sagitta

Tuesday, March 1, 2016

Balik punggungmu

Aku hanya dapat memandangmu dari jauh
Dari balik punggungmu

Sejak dulu,
Selalu kau yang beranjak pergi
Dari aku,
Yang tak bisa apa-apa