Rupanya salah mengawali hari pertamaku di Mal Panakkukang. Nostalgia menyergap dengan tiba-tiba.
Rak novel, rak buku masakan, tersesat, eskalator, food court, Gramedia. Gugup. Dag-dig-dug.
Aku melihat anak SMA sedang berjongkok memilih buku. Lalu kawannya datang menyapa, "Sudah nemu buku yang kaucari?"
Bayangan. Nostalgia.
Mendadak ingin nangis di mal. Sebenarnya air mataku sudah nyaris tumpah, tetapi kutahan-tahan. Malu. Ah, sudah jauh lari ke sini, masih saja luka menghampiri.