Showing posts with label review produk. Show all posts
Showing posts with label review produk. Show all posts

Monday, August 1, 2016

Lipstik Revlon Colorburst Matte Balm - Sultry

¡Hola!

Sore ini mau meresensi (tsah, bukan me-review) Revlon Colorburst Matte Balm 225 Sultry. Sebelumnya, welcome August! So, new month, new...lipstick? Haha nope, nggak selalu. Kadang satu, kadang dua (eh!) tetapi kadang juga nggak beli. Tergantung kondisi kantong dan emosi. (lah)
Ya intinya, kebetulan saja aku melangkahkah kaki ke konter Revlon dan memboyong lipstik satu ini. Baca-baca dari berbagai resensi yang diulas oleh para beauty blogger Indonesia, katanya RCMB ini bagus.

Ada sepuluh warna yang bisa dipilih dan aku memilih shade Sultry yang berwarna rosy brown. Ceritanya, aku bosan (nggak juga, sih) dengan warna bold macam merah cabe, merah terang, dan merah gelap. Dan lagi malas diprotes, "Kamu ngejreng banget," atau "Kamu pede, ya, pakai warna itu," atau "Kamu kelihatan jauh lebih tua dengan lipstik itu." Yah, namanya selera orang beda-beda. Toh, selagi kamu pede aja dengan lipstik pilihan, ya udah sih. Namun, sekarang pengin aja dibilang kalem bin feminin dengan warna yang lebih lembut macam rosy brown ini.

Ini dia penampakan lipstiknya!



Dikemas dalam tabung panjang yang berwarna sesuai warna si lipstik. Ini memudahkan kita untuk mengetahui warna lipstik tanpa harus membuka tutupnya. Aku suka kemasannya! Panjang kemasannya sesuai genggaman dan bahan kemasannya doff. Enak digenggam, deh. Tampilannya pun elegan, keren untuk ditaruh di tas makeup. :p

Lipstik RCMB ini beraroma mint dan ada sensasi dingin tatkala kita memulaskannya di bibir. Nggak ganggu, kok, sepuluh menit juga hilang. Teksturnya oke, meluncur halus di permukaan bibir tanpa perlu mengoleskan pelembab terlebih dahulu. Biasanya, kan, mengaplikasikan lipstik matte tidak semudah lipstik creamy karena teksturnya yang cenderung kering. Nah, yang satu ini nggak membuat bibir kering. Ulala, me likey!

Dari segi warna, lipstik ini sangat pigmented, gadis! Sekali pulasan juga cukup. Warnanya opaque, nggak sheer. Jadi, garis-garis bibir kamu aman tertutupi. Untuk ketahanan...hm, so-so. Empat jam tahan. Transfer proof? Not really.

Berikut ini swatch-nya di tangan dan di bibir.

swatch tangan

swatch bibir

Untuk harga, lipstik RMCB dibanderol dengan harga Rp99.000,00. Harganya mungkin bervariasi tergantung kamu beli di mana. Aku beli di konter Revlon di Matahari Detos.

Revlon Colorburst Matte Balm ini mengembalikan kepercayaanku pada lipstik-lipstik Revlon. Sungguh, dulu lipstik seri Ultra HD-nya meruntuhkan penilaianku. Lipstik yang diklaim wax free dan moisturizing ini sukses mencetak garis bibir secara jelas. Ya memang sangat lembab, sih, tetapi...dari segi warna entah mengapa jadi kurang pigmented. Mesti berkali-kali pulas dan akhirnya my lips feel buttery! Yah, mungkin karena aku salah pilih warna kali, ya? Waktu itu aku beli Magnolia dan Sweet Pea yang notabene warnanya nggak ngejreng. Kapan-kapan aku review lengkap dengan swatches-nya, ya. :)

Di lain waktu, kamu mesti coba Revlon Ultra HD Matte Lipcolor atau Revlon Colorstay Moisture Stain. Kemasan dan pilihan warna mereka oenjoe sekalie. ♡♡♡ Those are on my list. Just wait and see. ^^

So, to wrap up this review, lemme mention again the plus and minus of this RMCB.

(+)
Warna pigmented dan pilihan warnanya beragam
Kemasan elegan
Matte finish
Memiliki sensasi dingin (bagiku, ini poin plus)
Tekstur lembab jadi mudah diaplikasikan

(-)
Tidak transfer proof
Daya tahan biasa
Cukup mahal

Sampai jumpa di resensi produk berikutnya, gadis!




Cheers,
Nadia Almira Sagitta

Wednesday, November 11, 2015

(Bukan) Review Dove Intensive Root Treatment

Selamat siang! :)

Hari ini aku mau cerita soal satu produk Dove yang khusus menangani masalah kerontokan rambut. Rambut itu rontok karena dua hal, pertama patah di tengah atau akar rambut tidak kuat. Rasanya banyak sekali orang-orang yang mengalami masalah rambut rontok, nah aku juga begitu. Apalagi aku berjilbab, rambutku ditutup dan diikat dari pagi sampai sore. Lembap dan lepeknya jangan ditanya. Eh, tetapi alhamdulillah sih, tiap pagi nggak ada masalah dengan bad hair day--wong selalu tertutup. Hahaha. Dengan berjilbab, bukan berarti kamu bebas mengabaikan kesehatan rambut, justru kamu butuh usaha ekstra untuk merawat rambutmu. Balik ke masalah rambut rontok, bagaimana cara merawatnya? Tadaaaa, cobalah Dove Intensive Roots Treatment! Produk ini menutrisi akar rambut kamu agar lebih kuat dari sebelumnya, tentu saja hal ini akan mengurangi kerontokan rambut. Ini merupakan rangkaian dari Dove Hair Fall Treatment.

Kemasan Dove Intensive Roots Treatment

Satu pak ini berisi tujuh ampul, sementara satu ampul berisi 7 ml. Jangan terkecoh dengan angka 7 ml, ya. Dulu kukira isinya sedikit sekali, nyatanya cukup untuk dua kali penggunaan! Hahaha kalau mau hemat, mah, aku akan manfaatkan satu ampul untuk dua kali penggunaan. Akan tetapi berhubung perintahnya adalah aplikasikan satu ampul untuk satu kali penggunaan, mari kita turuti saja. Sudahlah, tim peneliti Dove tentu lebih tahu mengapa jumlahnya mesti sebanyak itu.

Gel-nya berwarna bening sedikit keunguan. Teksturnya tidak terlalu lengket dan tidak terlau cair. Beda banget dengan serum Sophie Martin yang cair banget dan mudah tumpah. 



Oh ya, Dove Intensive Roots Treatment ini mengandung trichazole, ginseng, dan soy protein. Apa itu? Coba googling. Intinya, sih, bahan-bahan itu bermanfaat untuk mengurangi kerontokan rambut. Semoga saja benar, ya. ^^

Petunjuk pemakaian:
1. Gunakan produk ini setelah keramas. Dua hari sekali saja, toh kita juga tak boleh berkeramas setiap hari.
2. Patahkan ujung ampul dan aplikasikan pada kulit kepala.
3. Pijat kepala selama 2--3 menit untuk memastikan serum terserap secara merata.
4. Gunakan satu ampul untuk satu kali pemakaian.

Kelebihan:
Teksturnya gel yang tidak begitu encer
Dapat menguatkan akar rambut dan mengurangi kerontokan rambut
Kemasan elegan
Mudah diaplikasikan 
Harum

Kekurangan:
Mahal. Harga produk ini sekitar Rp70.000,00

Beli di mana? 
Cek Hypermart terdekat, dulu aku beli di Hypermart Depok Town Square.

Well, mengapa judul tulisan ini (bukan) review? Soalnya aku baru menggunakan dua ampul sejauh ini. Jadi, aku belum terlalu memperhatikan efek penggunaannya. Namun, aku yakin produk ini tak bakal mengecewakan. Kita lihat saja nanti. ^0^)/

Oke, teman-teman. Segini dulu ceritaku.

Cheers,
Nadia Almira Sagitta

Friday, September 11, 2015

Free-nite with Ninda

Happy, happy
Riang gembira

Hahaha, hari ini aku bermalam Sabtuan dengan Ninda. Kami janjian di halte stasiun dan aku terlambat sejam (maafkan aku)! Tujuan pertama adalah Pancong Lava. Kami ke sana naik motornya Ninda. Tak dinyana, di tengah jalan kami kena tilang! Ini pengalaman pertamaku ditilang polisi, demikian pula dengan Ninda. Huhu malu bangeeeet. Ini gegara aku nggak pakai helm (soalnya Ninda nggak bawa helm cadangan, nasib!) Ya sudahlah. Aku dan Ninda cerita banyak hal: kesibukan saat ini, rencana masa depan, cerita soal negara impian, diskusi film, dan lain-lain. Seru banget! Kami makan malam di food court Margo lalu berbelanja di Giant. Aku doang sih yang belanja. Iseng mau coba Clean and Clear. Habisnya aku merasa terintimidasi oleh kaca-kaca toilet. Mukaku lagi jerawatan banget dan aku kesal. Wkwk. Entah gegara bedak baru, toner yang nggak cocok, sabun cuci muka yang nggak pas, atau gegara makeup. Aku pakai bedak Revlon, makeup Wardah, dan perawatan muka dari TBS seri tea tree. Semoga aja ini salah si bedak, ya, soalnya kalau salah si TBS...bisa gigit topi (seperti Paman Gober kalau lagi marah) kali aku! Huft, TBS kan nggak murah... T-T

Setelah puas jalan-jalan, kami pamitan dan aku menyeberang ke Detos. Bukannya langsung pulang, aku malah mampir ke konter Wardah di Matahari. Mau beli lipgloss Wondershine warna lain. Ini seri lipstik Wardah yang aku suka. Dulu pernah beli seri Exclusive yang katanya bagus, tetapi nyatanya malah membuat bibirku makin kering. Bibir kering + efek kering = terkelupas. Tak bakal kubeli lagi. ( T-T) Sebelumnya, aku pakai Wondershine 03 soft pink. Kali ini aku beli Wondershine 02 creamy brown. Kenapa beli baru? Soalnya, kalau aku pakai W03 ke kampus, it's a lil bit too much. Kentara banget bibirnya berwarna, haha. Warna creamy brown ini nude, jadi ada efek mengilap tanpa terlihat pinky gimana gitu. ♡

"Ini aja, Mbak?"
"Iya. Eh, ng... eye shadow yang ini ada, Mbak?" tunjukku pada palet berisi warna silver, marun, dan pink. Namanya palet L. Ketiganya ber-glitter.
"Ada."
"Nah, itu juga, deh."

Dulu sempat beli eye shadow warna dasar cokelat tua-cokelat muda-nude, tetapi warna yang sering kupakai cuma yang cokelat tua. Habisnya warna yang lain nggak kelihatan. Mungkin karena kulit wajahku gelap? Atau mungkin aku doang yang nggak lihai pakai makeup? Keduanya benar, pembaca. :')

Aku beli yang ada warna silvernya karena pas lebaran aku melihat tanteku memakai perona mata warna itu, jadinya aku penasaran juga. Hahaha, dasar! Eh, tetapi aku suka ketiga warna itu, kok. Bagusnya dipakai saat malam, soalnya glittery bling-bling. Waspadalah dalam pemakaiannya karena semua mata akan tertuju pada matamu! (lebay nian)

Yup, anggaplah hari ini sebagai hiburanku atas dua minggu yang cukup membosankan di perpus dan kampus. Ucapkan alhamdulillah untuk semuanya. ^^b

Cheers,
Nadia Almira Sagitta

Thursday, July 16, 2015

Review Bedak Tabur La Tulipe vs Revlon

Kamis, 16 Juli 2015, kuputuskan untuk mengganti bedak tabur La Tulipe-ku. Bukannya kenapa, aku curiga jerawatku yang makin menjadi ini disebabkan oleh ketidakcocokan wajahku dengan bedak tersebut. Kulit wajahku adalah kulit berminyak—lets say, very oily! Gegara ini, aku gampang jerawatan dan sekilas wajahku terlihat kusam tanpa bedak. Oleh karena itu, bedak merupakan barang wajib yang harus ada di tas. Sejak SMP hingga SMA, aku selalu menggunakan bedak padat Pigeon rekomendasi ibuku. Semenjak kuliah aku iseng mencoba-coba bedak baru, salah satunya bedak tabur. Berdasarkan informasi yang kudapat dari berbagai beauty blogger, jenis bedak yang cocok untuk kulit berminyak adalah bedak tabur atau loose powder. Alasannya, tekstur bedak tabur tidak menghambat pori-pori seperti bedak padat. Nah, aku baru beralih ke bedak tabur setahunan lebih ini. Aku pernah mencoba produk Pigeon, Wardah, Viva, La Tulipe, dan sekarang Revlon.

Postingan kali ini membahas dua merk bedak tabur, yakni La Tulipe dan Revlon. Aku mencoba bedak tabur La Tulipe karena termakan rayuan SPG di Watsons. Katanya, bedak satu ini cocok untuk wajah acne prone (rentan berjerawat) macam wajahku. Alhasil, kubelilah bedak itu seharga Rp40.000,00-an. Aku memilih shade Suntan yang cocok dengan warna wajahku. Kemasannya cukup gendut untuk ukuran 25g. Sponsnya tebal dan halus. FYI, bedak tabur terlihat jauh lebih ribet dibandingkan bedak padat karena teksturnya yang "berhamburan". Namun, hal ini diantisipasi oleh La Tulipe dengan menambahkan plastik sekat berlubang kecil-kecil untuk mempermudah pemakaian. Ini poin plus setelah bedak Viva yang tak memiliki lubang kecil seperti ini.  Poin negatif bedak ini adalah aromanya! Astaga, asal kau tahu, bedak ini memiliki aroma belerang yang sangat kuat. Sungguh tidak nyaman untuk hidungku. -_- Namun, kata SPG La Tulipe, kekhasan bedak ini terdapat di kandungan belerangnya karena itulah yang membantu menyembuhkan jerawat. Awal mula pemakaian, wajahku terasa panas dan gatal. Kukira itu reaksi normal dari belerangnya terhadap kulitku. Akan tetapi, hasil positif bedak tersebut belum terlihat sampai hari ini, justru jerawat kecilku tambah banyak. Breakout. Belum lagi kudengar pendapat dari teman-teman dan tanteku kalau kandungan bedak La Tulipe itu cukup keras untuk wajah dan tidak semua orang cocok dengan produknya. Ampun, deh. :(

Akhirnya, aku berganti ke bedak Revlon Touch and Glow Extra Moisturizer hari ini. Kemasannya elegan, cantik, dan mungil untuk ukuran 24g. Tutup kemasannya berwarna hitam dan bertuliskan Revlon dengan tinta emas. Dari segi kemasan, okelah, praktis dibawa ke mana-mana dan tidak memakan tempat. Harga bedak ini Rp40.000,00. Oleh SPG-nya, aku dipilihkan shade Creamy Peach. Aku tidak tahu ada shade apa saja karena si Mbak SPG sama sekali tidak memperlihatkan seluruh shade yang ia punya padaku. Aku sempat khawatir warnanya tidak cocok, tetapi setelah ku-apply ternyata warnanya pas! Terima kasih, Mbak SPG. :D

Bedak ini juga memiliki lubang kecil-kecil yang bahkan lebih banyak daripada La Tulipe. Sponsnya tipis, lembut, dan berwarna putih. Tekstur bedaknya halus. Ketika dibaurkan, ternyata bedak ini memiliki wangi. Aku tak tahu wangi apa, entah vanila, entah bunga yang jelas harum dan tidak menyengat. Sukaaaa! :D

Daya tahan dua bedak ini di wajah tentu saja singkat dan biasa. Namanya saja bedak tabur. Jika daya tutup kedua bedak ini dibandingkan, La Tulipe lebih bagus dan tahan lama dibandingkan Revlon. Namun, apalah artinya daya tutup yang baik bila tidak cocok di wajah? :)

Overall:
La Tulipe
(+)
Penutup model ulir, tidak gampang tumpah
Spons tebal
Tekstur bedak halus
Daya tutup baik

(-)
Kemasan terlalu besar
Lubang di plastik sekat sedikit
Menimbulkan gatal dan panas
Beraroma belerang yang menyengat

Revlon
(+)
Kemasan mungil dan elegan
Lubang di plastik sekat banyak
Penutup model ulir, tidak gampang tumpah
Tekstur bedak halus
Beraroma wangi
Bedak terasa halus di wajah (barangkali karena ada pelembabnya)

(-)
Daya tutup tidak terlalu baik
Spons tipis

Winner: Revlon! ♡

Cheers,
Nadia Almira Sagitta