Showing posts with label kawan. Show all posts
Showing posts with label kawan. Show all posts

Friday, December 18, 2015

Sebelum Bilang Cinta

Salam, Tuan. Detik ini pukul 00.48 hujan membasahi bumi Depok. Aku terjaga karena telepon dari negara seberang, “Nak, maaf ganggu, ini kebetulan lagi di toko dan ada diskon…” Yeah, right. Ibuku menelepon di pagi buta. Mataku belum ingin terpejam lagi kemudian kudengar tetesan air berlomba membasahi pekarangan kosan. Suara-suara air pecah begitu menyentuh permukaan batu.
Tuan, aku ingin mengaku kalau aku jatuh cinta. Pada suaramu. Pada kelihaianmu bercengkrama denganku. Pada kebaikan-kebaikanmu. Pada sosokmu yang apa adanya. Tak ada yang ingin kuubah, jujur saja.

Entah apa yang menyesuaikan jarak kita. Yang kutahu, kau ada ketika hatiku bermuram durja. Yang kutahu, kau menjadi alasanku untuk tertawa setelah sekian jam murung mengalirkan air mata. Kau tak datang terlambat ataupun terlalu cepat. Setidaknya, untuk saat ini.

Sebelum aku mengaku cinta, bagaimana bila kau pergi saja? Tak usah jadi kawanku. Aku ingin mengobservasi hatiku sendiri, apa jadinya kalau kau tiada. Aku tak ingin mendekat dan didekap sekarang. Aku takut salah tafsir lagi. Aku takut kau salah-salahkan. Aku takut perbincangan kita takkan seasyik hari kemarin.

Kau pernah bilang suatu saat nanti mungkin kita berjumpa lagi. Di negara impianku. Kita akan saling mencari dan bertukar pikiran seperti hari ini. Namun, aku takut membuka peluang-peluang harapan. Kemungkinan itu memang kuamini dalam hati, tetapi aku tak ingin berharap banyak pada ucapan sepintas lalumu. Bisa jadi esok lusa kau lupa, kapasitas otak laki-laki takkan mampu mengingat hal-hal kecil tak berarti.

Aku takut menjatuhkan hati apabila kau sendiri tak siap menangkapku. Jatuh itu sakit, kau tahu, kan?
Kau tak menjanjikan apa-apa. Aku tak memastikan apa-apa. Hati perlu kuatur sedemikian rupa agar sedikit kaku ketika menyinggung-nyinggung kau. Doa perlu kupanjatkan acapkali kuteringat akan engkau. Semoga kau sadar sendiri, pergi, jaga jarak, atau apalah itu. Jangan cari-cari aku dalam sibukmu, jangan ingat-ingat aku dalam sendirimu. Aku bukan calon pacarmu dan takkan pernah mau menjadi salah satu.

Allahu, jaga hatiku. Jaga hatinya. Jaga hati kami agar tetap tegak menjalankan syariat-Mu. Jangan didekatkan sekarang…jauhkanlah sejauh-jauhnya.

Luv,
Nadia Almira Sagitta

Friday, October 23, 2015

Esai

Hari ini ditanya kawan perihal cara menulis esai. Woalah, sudah kesekian kali aku ditanya seperti ini. Mauku bungkam karena aku sendiri tak bisa menulis esai, tetapi tentu tak boleh seperti itu. Aku mahasiswi sastra Indonesia, setidakcintanya* aku pada dunia sastra, aku diharapkan mempunyai pengetahuan mumpuni untuk itu. Aku calon sarjana: linguistik, sastra modern, dan sastra klasik Indonesia. ♡ Mesti bisa semuanyaaaaaaa.

Akhirnya, kuberikan ilmu yang kupunya tentang penulisan esai. Aku ikut membaca tulisan dia dan mengoreksi kesalahan penulisan serta cacat logika dalam tulisannya.

Terlepas dari sempurna atau tidaknya koreksianku, aku senang. Aku senang dihubungi teman-teman semasa sekolah. Aku senang menjadi rujukan mereka tentang hal-hal berbau sastra dan bahasa. Semoga terus begini. Semoga dengan ini mereka sadar, jurusan sastra itu banyak pula kontribusinya pada negara. ♡

Salam,
Nadia Almira Sagitta

(*) aku suka sastra, tetapi sebagai penikmat, bukan pemecah rahasianya.

Friday, September 11, 2015

Free-nite with Ninda

Happy, happy
Riang gembira

Hahaha, hari ini aku bermalam Sabtuan dengan Ninda. Kami janjian di halte stasiun dan aku terlambat sejam (maafkan aku)! Tujuan pertama adalah Pancong Lava. Kami ke sana naik motornya Ninda. Tak dinyana, di tengah jalan kami kena tilang! Ini pengalaman pertamaku ditilang polisi, demikian pula dengan Ninda. Huhu malu bangeeeet. Ini gegara aku nggak pakai helm (soalnya Ninda nggak bawa helm cadangan, nasib!) Ya sudahlah. Aku dan Ninda cerita banyak hal: kesibukan saat ini, rencana masa depan, cerita soal negara impian, diskusi film, dan lain-lain. Seru banget! Kami makan malam di food court Margo lalu berbelanja di Giant. Aku doang sih yang belanja. Iseng mau coba Clean and Clear. Habisnya aku merasa terintimidasi oleh kaca-kaca toilet. Mukaku lagi jerawatan banget dan aku kesal. Wkwk. Entah gegara bedak baru, toner yang nggak cocok, sabun cuci muka yang nggak pas, atau gegara makeup. Aku pakai bedak Revlon, makeup Wardah, dan perawatan muka dari TBS seri tea tree. Semoga aja ini salah si bedak, ya, soalnya kalau salah si TBS...bisa gigit topi (seperti Paman Gober kalau lagi marah) kali aku! Huft, TBS kan nggak murah... T-T

Setelah puas jalan-jalan, kami pamitan dan aku menyeberang ke Detos. Bukannya langsung pulang, aku malah mampir ke konter Wardah di Matahari. Mau beli lipgloss Wondershine warna lain. Ini seri lipstik Wardah yang aku suka. Dulu pernah beli seri Exclusive yang katanya bagus, tetapi nyatanya malah membuat bibirku makin kering. Bibir kering + efek kering = terkelupas. Tak bakal kubeli lagi. ( T-T) Sebelumnya, aku pakai Wondershine 03 soft pink. Kali ini aku beli Wondershine 02 creamy brown. Kenapa beli baru? Soalnya, kalau aku pakai W03 ke kampus, it's a lil bit too much. Kentara banget bibirnya berwarna, haha. Warna creamy brown ini nude, jadi ada efek mengilap tanpa terlihat pinky gimana gitu. ♡

"Ini aja, Mbak?"
"Iya. Eh, ng... eye shadow yang ini ada, Mbak?" tunjukku pada palet berisi warna silver, marun, dan pink. Namanya palet L. Ketiganya ber-glitter.
"Ada."
"Nah, itu juga, deh."

Dulu sempat beli eye shadow warna dasar cokelat tua-cokelat muda-nude, tetapi warna yang sering kupakai cuma yang cokelat tua. Habisnya warna yang lain nggak kelihatan. Mungkin karena kulit wajahku gelap? Atau mungkin aku doang yang nggak lihai pakai makeup? Keduanya benar, pembaca. :')

Aku beli yang ada warna silvernya karena pas lebaran aku melihat tanteku memakai perona mata warna itu, jadinya aku penasaran juga. Hahaha, dasar! Eh, tetapi aku suka ketiga warna itu, kok. Bagusnya dipakai saat malam, soalnya glittery bling-bling. Waspadalah dalam pemakaiannya karena semua mata akan tertuju pada matamu! (lebay nian)

Yup, anggaplah hari ini sebagai hiburanku atas dua minggu yang cukup membosankan di perpus dan kampus. Ucapkan alhamdulillah untuk semuanya. ^^b

Cheers,
Nadia Almira Sagitta

Friday, April 3, 2015

First year

Selamat satu tahun! Tahukah kau kita berbincang untuk pertama kali pada tanggal ini setahun lalu? Tepat setahun aku berkenalan denganmu. Sejak itu, kau dan aku menjadi kawan cerita. Terima kasih tetap tinggal mendengarkan kumpulan cerita-ceritaku. Terima kasih tidak pergi ke mana-mana dan selalu ada saat kubutuhkan. Terima kasih, teman.
“When we’ll end up being more than friends?” (Simon Adams, Far Away)
April 2015