Monday, April 25, 2016

Sakit dan Anak Rantau

Ketika sakit, ada saat kau sangat ingin pulang dan istirahat di rumah. Dimasakkan bubur, ditemani, dikompres, dibelikan obat, disuapi, dikhawatirkan, dan lain-lain. Semandiri apa pun seseorang, kalau lagi sakit, ingin dirawat juga tentunya hanya gengsi saja mengungkapkannya.

Gengsi itu merepotkan sekali rupanya, ya? Aneh aja ngomong, "Aku sakit, boleh temani aku, nggak? Boleh tolong belikan obat, nggak?" Duh, merepotkan orang lain. Pada akhirnya, rasa sakit itu dipinggirkan dahulu demi mencari obat dan makanan (anak rantau kuat, kok, haha). Tatkala di tengah jalan rasa-rasanya sudah mau jatuh, tinggal mengandalkan satu-satunya yang dapat diandalkan. Allah. Thanks God, you didn't let me pass out on my way home. Seumur-umur emang belum pernah pingsan, sih.

Hari ini belajar lagi bahwa betapa stok obat itu perlu banget! Andaikata obat di kosan lengkap, aku nggak perlu jalan jauh demi beberapa macam blister obat dengan kondisi kliyengan. Essentials-ku pribadi: Mylanta, Paramex, Decolgen, Tolak Angin, Redoxon, dan Sangobion serta Feminax. Dua obat terakhir nggak pernah kuminum sebelumnya, tetapi distok saja siapa tahu butuh. Terbukti hari ini nyaris nggak bisa gerak samsek hanya gegara siklus (yang nggak mesti) bulanan. Yha, period, I get it.

Oh iya, ini nggak nyambung, tetapi tadi ketemu sekumpulan anak perempuan berjongkok di depan sepeda.
"Mama aku penginnya cowok."
"Emangnya belum ada yang cowok, ya?"
"Belum ada, sih..."

Hihi, mereka ngomongin calon adik seseorang rupanya. Lucu aja, sih, nggemesin. Tahu-tahu beban sakit lepas sedikit hanya gara-gara melihat mereka. ^-^)/

Yes, sebagai penutup, aku mau bilang
Wahai anak rantau, jagalah kesehatanmu!
Siapa lagi yang peduli jika bukan kamu sendiri?

Luv,
Nadia Almira Sagitta

No comments:

Post a Comment