Showing posts with label cantik. Show all posts
Showing posts with label cantik. Show all posts

Friday, June 3, 2016

What's your signature color?

Akhir-akhir ini, aku baru sadar koleksi lipstikku banyakan merah tua dan nude cokelat. Warna-warna yang kata orang tidak menarik. "Nad, mestinya lipstik itu pink, kenapa kamu cari warna cokelat? Malah nggak kelihatan lipstiknya," temanku berpendapat.

I don't know, it seems that I can not pull off pink shades. Aku punya satu lipstik shocking pink yang membuat aku syok juga lihatnya. Hahaha, kulitku kelihatan makin kusam dengan lipstik itu. Ada juga lipstik pink kemerahanku yang manis banget, tetapi ya nggak pink asli, malah dominan warna merah. Warna nude pink juga ada dan memang manis kelihatannya. Cuma ya itu dia, jumlah lipstik merah mudaku kalah jauh dengan lipstik warna gelap lain. Penasaran, sih, dengan warna fuchsia, magenta, dan pink yang benar-benar pink. Nantilah, ya. :)

Beberapa lipstik terakhirku malah warna ala-ala vampir, yakni deep red dan burgundy. Kocak, ya. Tampak kesan sultry look dan mature look yang dihasilkan pulasan lipstik tersebut. Fiks kayak tante-tante kantoran. Herannya, aku nggak keberatan dibilang kayak orang kantoran karena memang sedari dulu aku mau berpenampilan ala mereka. Aku bahkan berniat mengoleksi blazer walaupun entah untuk apa. Aku, kan, nggak niat kerja di perusahaan, hahahah. Ya, aku suka aja berpenampilan formal and people could take me seriously.

Balik ke lipstik, menurutku ini masalah selera. Kalau ada orang yang suka warna segar, seperti warna oranye dan coral, ya persilakan saja ia memakai warna itu sepanjang hari. Kalau ada yang lebih suka berpenampilan feminin dengan sentuhan warna pink, ya boleh-boleh saja. Juga kalau ada yang suka warna-warna gelap, ya biarkan saja. Selera tiap orang nggak bisa dipaksakan, bukan?

Haha apaan sih, akhir pekan malah bahas lipstik. Mestinya bahas revisi, tetapi ya sudahlah... mari kita nikmati dulu akhir pekan yang indah ini.

Cheers,
Nadia Almira Sagitta

Thursday, June 2, 2016

Mengunggah foto

Halo, selamat malam! :)

Hari ini aku mau bahas foto. Perempuan mana, sih, yang nggak suka berfoto? Hehe, rasanya semua suka, ya. Nah, terus, siapa juga yang nggak pengin eksis di medsos dengan mengunggah kenarsisan bareng teman, keluarga, atau sekadar swafoto yang diambil berulangkali? Keinginan dipuji cantik atau manis tatkala mengunggah foto tersebut tentu bersemayam di hati kecil perempuan. Semua perempuan mau dikatakan cantik, semua perempuan mau dipuji menarik.

Hal yang sama juga berlaku padaku. Beberapa hari lalu, aku mengunggah sebuah foto yang menurutku...ng...bukan aku yang biasa. Aku yang memakai lipstik merah berfoto dengan gaya setengah duckface. Awalnya kukira lucu jadi kuunggah di sebuah medsos. Kemudian, komentar berdatangan, baik dari teman perempuan maupun laki-laki. Ada yang komen cantik, manis, cetar, sampai subhanAllah. Kalau dari perempuan aku nggak masalah, tetapi laki-laki? Mereka sampai ngomong subhanAllah atau pasang ekspresi kaget gitu, ya akunya malu banget, lah! Jujur aja, risih jadinya. Risih ketika tahu ada laki-laki yang mengecek fotoku kemudian berkomentar seperti itu. Aku...bisa jadi udah buat mereka berpikiran yang nggak bener melalui fotoku itu. Dosa banget aku, teh.

Mana kemarin dikomentari juga sama seorang senior, "Ckck, akhawat zaman sekarang. :)" Mampus, hahahahahaha.

Dilema memang soal dunia perfotoan ini karena aku masih suka berfoto. Aku bukan tipikal mbak-mbak Facebook yang cuma ngunggah gambar kartun atau foto alam sebagai foto profil. Hiks, tetapi di sisi lain, aku nggak mau dapat komentar dari laki-laki. Dilema nian. T~T Barangkali makeup dan gaya berfoto harus dibuat sebiasa mungkin, ya...

Cheers,
Nadia Almira Sagitta

Wednesday, July 22, 2015

Definisi Cantik +sisipan curhat

Hai, halo!

Tadi aku dari Centre Point, mal baru di Kota Medan ini. Hehe, aku ke sini karena diajak omku untuk makan siang. Yippie! \:D/

Mal ini ruar biasa besarnya pemirsa. Toko-tokonya pun didominasi oleh barang bermerk kelas tinggi. Aku mengelilingi mal ini sekilas saja. Tujuanku, kan, makan bukannya berbelanja. ( ._.)

Nah, setelah puas berkeliling, kami turun ke lantai terbawah tempat food court berada. Omku merekomendasikan Coffee Crowd--sebenarnya bukan rekomendasi karena enak, melainkan karena om dan tanteku baru mencoba stall itu. Hahahaha. Sebelumnya, aku singgah di The Body Shop karena hendak membeli toner tea tree. Well, aku tergoda dengan review-review cantik di luar sana mengenai toner, oil, dan night cream rangkaian tea tree TBS yang katanya mangkus membasmi jerawat. Okelah, worth to try. Toh, beberapa bulan ini aku juga memakai scrub, facial wash, dan clearing lotion dari produk yang sama. Yeay, benvenuto toner tea tree!

Keadaan Coffee Crowd sore tadi sesuai dengan namanya, crowded. Aku memesan Kwetiau Sapi Lada Hitam dan Ice Coffee Caramel Jelly. Gaya berat minum kopi padahal sehari-harinya terbilang jarang. Wkwk, soalnya aku hanya minum kopi di tempat-tempat yang terkenal dengan kopinya. Contohnya, Coffee Box Medan, Starbucks, dan Coffee Bean. Nah, frekuensi kedatanganku ke tempat-tempat macam itu, kan, dapat dihitung jari. Jadi, aku pun jarang minum kopi. Overall, penilaianku biasa aja, sih. Nothing so special, lah, about Coffee Crowd ini. Kopinya enak, tempatnya bagus, pilihan makanannya...biasa. Eh, barangkali snacks-nya enak, soalnya gambar di menunya terlihat menggoda gitu, sih. Cobain sendiri, gih. :9

Sepulangnya ke rumah, aku tak sabar mencoba toner tea tree yang baru saja kubeli. Berdasarkan informasi di internet, toner satu ini punya mattifying effect--yaitu efek kulit bebas kilap. Penting ini, mah, untuk kulit berminyak (sok dipenting-pentingin). Hahaha. Kenapa sih, Nad, heboh amat beli-beli skincare? Ya karena...mau tobat aja. Mau jadi perempuan yang cantik dan rajin memperhatikan kebersihan dan kondisi kulit. Bosan aja sama jerawat dan kulit kusam. Dan untuk sekarang, aku merasa harus memperhatikan kebersihan kulit wajah. Kenapa? Karena gadis manis-lugu-polos (haha!) ini mulai mengenal makeup, wahai saudara-saudari. Prokprokprok.

Beberapa hari ini aku tak lepas dari alas bedak, bedak, perona pipi, dan lipstik. (perona mata kadang-kadang, soalnya belum jago mengaplikasikannya). Entah aku mesti bersikap senang atau sedih dengan perubahan baruku ini. Positifnya, sih, aku merasa tambah cantik aja. Semua 'kekuranganku' tersamar dengan adanya makeup. Negatifnya, aku merasa seperti boneka berjalan. Dempul sana, dempul sini. Bolak-balik kamar mandi hanya untuk memperbaiki riasan dan mengalokasikan waktu lebih lama hanya untuk berdandan. Secara tak sadar, aku merasa tidak percaya diri bila hanya memakai bedak dan lipbalm. Ini buruk, sungguh! Dulu aku baik-baik saja dengan bedak tipisku dan lipbalm tak berwarnaku. Iiiih, makeup ternyata dapat mengikis kepercayaan dirimu, lho! Jangan keseringaaaan. I warn you. (/~<)/

Nah, efek dari penggunaan makeup itu...aku jadi membeli makeup remover yang wajib-kudu-mesti dipakai sebelum mencuci muka. Huft, aku merasa tambah ribet aja jadinya. Sebelum tidur, aku harus berkutat dengan kapas dan minyak. Sebelumnya tidak begitu. Dulu, kalau lupa cuci muka sebelum tidur mah selow ae. Sekarang kalau lupa cuci muka dengan makeup yang masih menempel, hm... coba saja beberapa hari. Pasti kau jerawatan setelahnya. ( -_-)

Apa definisi cantik? Tentu saja elok, rupawan, dan enak dipandang. Apa menjadi cantik berarti harus berbadan kurus, berkulit putih mulus, dan berambut halus bak sutra seperti yang media diktekan padamu? Tentu saja tidak harus. Jangan mau teperdaya oleh iklan-iklan televisi. Kau cantik dengan definisimu sendiri. Jangan pernah merasa tidak percaya diri karena fisikmu tak sesuai dengan definisi cantik di luar sana. Cantik itu dari hati. Kenal inner beauty dan outer beauty, kan? Boleh cantik fisik, tetapi jangan lupakan cantik batin. Jadilah pribadi berakhlak baik. :)

Lantas, mengapa aku bersusah-susah merawat wajahku? Apa aku juga termakan iklan? Tidak juga. Aku hanya berusaha merawat diriku. Diri ini, kan, amanah Allah. Masa kau biarkan ruwet-ribet-berantakan begitu saja? Tentu tidak, kan. Perihal makeup tadi, aku hanya iseng saja. Toh, aku tidak selalu memakainya. Aku tetap cantik, kok, dengan atau tanpa riasan. Intinya, lakukanlah apa yang membuatmu nyaman dan merasa elok dipandang. Kalau kau suka merias wajah, silakan saja selama tidak berlebihan dan keseringan. Nah, anggap saja kasusku tadi itu percobaan dan latihan iseng untuk ber-makeup di rumah kalau sudah... sudah apa? Ya, kalau sudah ada alasan berdandan di rumah. :p

Tulisan ini nggak jelas? Mohon ampun, Tuan dan Puan. Hamba hanya ingin berbagi kisah saja.

Salam,
Nadia Almira Sagitta

Tuesday, June 23, 2015

Menjadi Cantik

Malam ini bahagia. Sederhana saja alasannya.
Makan mi goreng kornet dibarengi minum infused water. Lip-scrubbing dengan madu dan gula. Pakai Ellips Hair Vitamin kemudian menyugar pelan-pelan. Aku jadi ingat kenangan masa kecil. Sebelum tidur, aku paling suka ketika Bunda mengelus-elus rambutku lalu menanyakan kegiatanku pada hari itu. Rindu. Sayangnya, ketika menyugar, beberapa helai rambutku rontok. Yah, lets not blame it to the jilbab. Aku saja yang kurang memperhatikan kondisi rambut. Setelah itu, aku mengiris lemon dan mentimun. Irisan lemon kuoleskan di muka. Wuih, rasanya perih sekali, apalagi saat ini sedang jerawatan. Asam salisilat lemon ternyata kuat sekali, ya. Huhu. Beauty is pain. Irisan mentimun kuletakkan di atas mataku. Katanya, sih, bisa menyamarkan kantung mata. Lantas aku mematikan lampu, menyalakan musik, dan menunggu lima belas menit. Yah, kurang aromaterapi aja, nih. Kalau ada aromaterapi, lengkap sudah relaksasi malam ini. :3

Setelah berperih-perih ria dengan perasan lemon tadi, aktivitas yang paling kusuka adalah becermin setelah membasuh wajah. Kuperhatikan lamat-lamat refleksi diri di kaca. Cantik. Semua wanita itu cantik. Mau kurus, gemuk, tinggi, atau pendek semuanya cantik. Akan tetapi, tentu saja kecantikan itu tidak ada apa-apanya kalau tidak dibarengi dengan inner beauty. Cantik fisik, cantik hati. ♡

Postingan kali ini bertema perawatan diri, ya? Hahaha iseng saja. Muslimah juga perlu merawat diri. Jangan mentang-mentang tertutup lantas cuek sama penampilan. Lah, kan, ada hak dari orang-orang rumah (apalagi kalau sudah nikah). Ada hak tubuhmu juga. Lagian masa sih kamu nggak mau jadi cantik? Bohong banget itu mah. Perempuan, kan, suka yang indah-indah. Kalau mau cantik ya usaha. Hahaha, tetapi jangan operasi plastik! :p

Selamat berusaha menjadi pribadi yang cantik! ♡

Luv,
Nadia Almira Sagitta