Showing posts with label muslimah. Show all posts
Showing posts with label muslimah. Show all posts

Thursday, June 2, 2016

Mengunggah foto

Halo, selamat malam! :)

Hari ini aku mau bahas foto. Perempuan mana, sih, yang nggak suka berfoto? Hehe, rasanya semua suka, ya. Nah, terus, siapa juga yang nggak pengin eksis di medsos dengan mengunggah kenarsisan bareng teman, keluarga, atau sekadar swafoto yang diambil berulangkali? Keinginan dipuji cantik atau manis tatkala mengunggah foto tersebut tentu bersemayam di hati kecil perempuan. Semua perempuan mau dikatakan cantik, semua perempuan mau dipuji menarik.

Hal yang sama juga berlaku padaku. Beberapa hari lalu, aku mengunggah sebuah foto yang menurutku...ng...bukan aku yang biasa. Aku yang memakai lipstik merah berfoto dengan gaya setengah duckface. Awalnya kukira lucu jadi kuunggah di sebuah medsos. Kemudian, komentar berdatangan, baik dari teman perempuan maupun laki-laki. Ada yang komen cantik, manis, cetar, sampai subhanAllah. Kalau dari perempuan aku nggak masalah, tetapi laki-laki? Mereka sampai ngomong subhanAllah atau pasang ekspresi kaget gitu, ya akunya malu banget, lah! Jujur aja, risih jadinya. Risih ketika tahu ada laki-laki yang mengecek fotoku kemudian berkomentar seperti itu. Aku...bisa jadi udah buat mereka berpikiran yang nggak bener melalui fotoku itu. Dosa banget aku, teh.

Mana kemarin dikomentari juga sama seorang senior, "Ckck, akhawat zaman sekarang. :)" Mampus, hahahahahaha.

Dilema memang soal dunia perfotoan ini karena aku masih suka berfoto. Aku bukan tipikal mbak-mbak Facebook yang cuma ngunggah gambar kartun atau foto alam sebagai foto profil. Hiks, tetapi di sisi lain, aku nggak mau dapat komentar dari laki-laki. Dilema nian. T~T Barangkali makeup dan gaya berfoto harus dibuat sebiasa mungkin, ya...

Cheers,
Nadia Almira Sagitta

Wednesday, October 28, 2015

Cerita Hijrah

Hari ini ketemu seorang ummu dan anak balitanya. Ummunya bercadar dan anaknya berkerudung plus cadar yang digantungkan di lehernya. MasyaaAllah, imut sekali. :D

Hari ini aku kilas balik ke empat tahun lalu ketika aku iseng-iseng mencoba berjilbab. Aku ingat sekali ada panggilan hati untuk berjilbab, tetapi aku masih ragu. Jadilah suatu hari aku berjalan-jalan dengan membawa kerudung dan jaket di tasku. Sesampaiku di musala, kukenakan kerudung dan jaket tersebut. Voila, jadi muslimah berjilbab! Aku keluar dengan hati-hati dan sedikit malu. Aku bersalah nggak, ya, iseng berjilbab padahal hati belum mantap? Ah, tetapi aku penasaran! Semoga aku nggak dianggap orang-orang yang mempermainkan syariat, begitu pikirku. Hari itu aku jalan-jalan ke mal sendirian dengan jilbabku itu. Panas matahari sangat menyengat, tetapi entah mengapa aku merasa adem-ayem saja. MasyaaAllah. Itukah rasanya? Nyaman sekali. Merasa dipayungi malaikat, kalau aku boleh lebay.

Sepulangnya dari berjalan-jalan, aku mampir lagi ke musala dan melepas jilbab dan jaketku. Hal itu terjadi berulang-ulang. Aku pun sempat kepergok temanku di masa 'latihan' itu. Mereka kaget dan ikut mendoakanku. Jadilah aku seperti sekarang, berjilbab. Alhamdulillah.

Hidayah itu dijemput, ukhti. Jangan tunggu diri ini sempurna untuk berubah ke arah yang lebih baik. Jejakkan langkah pertama, insyaaAllah selanjutnya akan lebih mudah. Yang perlu kau lakukan hanyalah memulai. :')

Kalau kalian melihat teman yang mulanya nggak berjilbab lalu lantas berjilbab dan keesokan harinya lepas lagi, jangan sinis. Don't judge a book by its cover. Barangkali itu caranya menjemput hidayah. Dia sedang berusaha memantapkan hati dengan caranya sendiri. Doakan ia saja. ♡ 

Ini ceritaku hijrahku, kalau kamu?

Tuesday, June 23, 2015

Menjadi Cantik

Malam ini bahagia. Sederhana saja alasannya.
Makan mi goreng kornet dibarengi minum infused water. Lip-scrubbing dengan madu dan gula. Pakai Ellips Hair Vitamin kemudian menyugar pelan-pelan. Aku jadi ingat kenangan masa kecil. Sebelum tidur, aku paling suka ketika Bunda mengelus-elus rambutku lalu menanyakan kegiatanku pada hari itu. Rindu. Sayangnya, ketika menyugar, beberapa helai rambutku rontok. Yah, lets not blame it to the jilbab. Aku saja yang kurang memperhatikan kondisi rambut. Setelah itu, aku mengiris lemon dan mentimun. Irisan lemon kuoleskan di muka. Wuih, rasanya perih sekali, apalagi saat ini sedang jerawatan. Asam salisilat lemon ternyata kuat sekali, ya. Huhu. Beauty is pain. Irisan mentimun kuletakkan di atas mataku. Katanya, sih, bisa menyamarkan kantung mata. Lantas aku mematikan lampu, menyalakan musik, dan menunggu lima belas menit. Yah, kurang aromaterapi aja, nih. Kalau ada aromaterapi, lengkap sudah relaksasi malam ini. :3

Setelah berperih-perih ria dengan perasan lemon tadi, aktivitas yang paling kusuka adalah becermin setelah membasuh wajah. Kuperhatikan lamat-lamat refleksi diri di kaca. Cantik. Semua wanita itu cantik. Mau kurus, gemuk, tinggi, atau pendek semuanya cantik. Akan tetapi, tentu saja kecantikan itu tidak ada apa-apanya kalau tidak dibarengi dengan inner beauty. Cantik fisik, cantik hati. ♡

Postingan kali ini bertema perawatan diri, ya? Hahaha iseng saja. Muslimah juga perlu merawat diri. Jangan mentang-mentang tertutup lantas cuek sama penampilan. Lah, kan, ada hak dari orang-orang rumah (apalagi kalau sudah nikah). Ada hak tubuhmu juga. Lagian masa sih kamu nggak mau jadi cantik? Bohong banget itu mah. Perempuan, kan, suka yang indah-indah. Kalau mau cantik ya usaha. Hahaha, tetapi jangan operasi plastik! :p

Selamat berusaha menjadi pribadi yang cantik! ♡

Luv,
Nadia Almira Sagitta