Showing posts with label hijrah. Show all posts
Showing posts with label hijrah. Show all posts

Wednesday, October 28, 2015

Cerita Hijrah

Hari ini ketemu seorang ummu dan anak balitanya. Ummunya bercadar dan anaknya berkerudung plus cadar yang digantungkan di lehernya. MasyaaAllah, imut sekali. :D

Hari ini aku kilas balik ke empat tahun lalu ketika aku iseng-iseng mencoba berjilbab. Aku ingat sekali ada panggilan hati untuk berjilbab, tetapi aku masih ragu. Jadilah suatu hari aku berjalan-jalan dengan membawa kerudung dan jaket di tasku. Sesampaiku di musala, kukenakan kerudung dan jaket tersebut. Voila, jadi muslimah berjilbab! Aku keluar dengan hati-hati dan sedikit malu. Aku bersalah nggak, ya, iseng berjilbab padahal hati belum mantap? Ah, tetapi aku penasaran! Semoga aku nggak dianggap orang-orang yang mempermainkan syariat, begitu pikirku. Hari itu aku jalan-jalan ke mal sendirian dengan jilbabku itu. Panas matahari sangat menyengat, tetapi entah mengapa aku merasa adem-ayem saja. MasyaaAllah. Itukah rasanya? Nyaman sekali. Merasa dipayungi malaikat, kalau aku boleh lebay.

Sepulangnya dari berjalan-jalan, aku mampir lagi ke musala dan melepas jilbab dan jaketku. Hal itu terjadi berulang-ulang. Aku pun sempat kepergok temanku di masa 'latihan' itu. Mereka kaget dan ikut mendoakanku. Jadilah aku seperti sekarang, berjilbab. Alhamdulillah.

Hidayah itu dijemput, ukhti. Jangan tunggu diri ini sempurna untuk berubah ke arah yang lebih baik. Jejakkan langkah pertama, insyaaAllah selanjutnya akan lebih mudah. Yang perlu kau lakukan hanyalah memulai. :')

Kalau kalian melihat teman yang mulanya nggak berjilbab lalu lantas berjilbab dan keesokan harinya lepas lagi, jangan sinis. Don't judge a book by its cover. Barangkali itu caranya menjemput hidayah. Dia sedang berusaha memantapkan hati dengan caranya sendiri. Doakan ia saja. ♡ 

Ini ceritaku hijrahku, kalau kamu?

Friday, May 29, 2015

Hijrah

Hari ini aku bertemu kak Soraya. As always, dia selalu saja mengagetkanku. -_-v

"Nad, kamu nggak datang PINK?"
"Iya, nih. Sibuk ngurusin makalah."
"Wah, makalah mengubah duniamu, ya."
"Ah, kakak mah gitu. Tadi topiknya apa emang?
"Hijab."
"Oh."
"Tadinya aku juga mau ke iSource juga, sayangnya ada urusan."
"Aku juga awalnya mau ke sana, kak, tetapi nggak jadi. Mau makalah dulu."

Kehadiran bikun memutus sejenak percakapan kami. Setelah duduk di kursi, kak Soraya kembali berceloteh,
"Nad, tahu nggak, kita nggak bisa mengecap orang yang belum berjilbab dan orang yang sudah berjilbab syar'i. Dunia ini berputar, bisa jadi suatu saat dia yang belum berjilbab hijrah atau mereka yang sudah berjilbab berubah."
DEG.
"Ng...iya, kak. Aku udah pernah ngerasain..."
"Iya, Nad. Kata pemateri PINK tadi, sih, begitu. Semua bisa berubah. Nikmat Allah berputar."
"Seniorku dulu nggak berjilbab, lalu berjilbab panjang sampai sebetis, lalu dia lepas jilbab. Kisaran waktunya hanya tiga-empat tahun."
"Oh ya? Andai ada satu nikmat yang bisa ditukar untuk mempertahankan kondisi seperti ini, aku mau tukar, Nad. Mempertahankan itu sulit. Takut aku."
"Benar, kak. Benar...banget."

Seketika saya teringat kak Soraya yang acapkali menanyakan, "Nad, manset kamu ke mana?" Awalnya hanya karena aku buru-buru ngampus dan lupa pakai manset, lalu manset berangsur-angsur menghilang dan aku malas beli lagi, akhirnya jarang pakai manset saat keluar rumah. Kesalahan akhirnya menjadi kebiasaan dan pembiaran. Allahu.

"Kak, aku ngerasa...berubah banget."
"Kenapa?"
"Nggak tahu. Baru juga satu semester lepas dari LDK, aku jadi nggak teratur gini. Nggak pernah datang kajian lagi, nggak liqo lagi, seperti hilang fokus dan ghirahku lenyap. Sedih."
"Semangat, Nad. Semoga bisa kembali lagi. InsyaaAllah. Aku turun dulu, ya. Dah."
"Iya, kak. Makasih, ya. Dah."

Ya muqallibal quluub, tsabbit qalbi 'alaa diniik. Allah, Engkau masih di sini, kan? Oh, sungguh, aku rindu sekali. Bisa Engkau kembalikan aku ke pribadiku yang dulu?