Showing posts with label resensi film. Show all posts
Showing posts with label resensi film. Show all posts

Saturday, August 8, 2015

Film What To Expect When You're Expecting

Baru saja aku selesai menonton film What To Expect When You're Expecting. Film ini menceritakan kisah lima pasangan, yaitu

1. Wendy dan Gary,
2. Jules dan Evan,
3. Rosie dan Marco,
4. Skyler dan Ramsey, dan
5. Holly dan Alex.

Mereka memiliki kisah kehamilan yang berbeda-beda. Ada suami yang tidak siap menjadi ayah, ada yang keguguran, ada yang harus dioperasi caesar kendati ia sangat menginginkan kelahiran normal, ada yang mengalami proses kehamilan dan melahirkan yang super-duper nyaman, ada pasangan yang mandul, ada yang sering berselisih paham karena keduanya jarang menghabiskan waktu berdua, dan lain-lain. 
 
Aku tidak bermaksud menuliskan ringkasan filmnya (karena kepanjangan!), aku hanya mau membeberkan beberapa hal yang ngena banget. Aku nangis, lho, saat ada yang keguguran dan mandul. Sumpah, pasti sedih banget rasanya kehilangan anak yang sangat dinanti-nantikan. Bahkan ada dialog si istri menyalahkan dirinya sendiri, "I'm the one who can't do the one thing that a woman is supposed to be able to do." Oh God, dear husbands out there, your wives need you to support them in this kind of situation. :') 
 
Ada satu adegan mengharukan favoritku, nih. Si suami pulang lebih awal dan segera memeluk istrinya, "I don't want anyone else taking care of you, that's my job. I just want our baby safe, okay?" Setelah itu, ia menekurkan kepala di atas perut istrinya dan berbisik, "Dad is here. Dad is here."

Aaaaw, so sweeeeet. I'm melting right now. ♡♡♡
 
Adegan mengharukan lainnya, ya, proses melahirkan. OMG, terharu banget ngelihat para suami berdiri di samping istrinya, merengkuh atau menggenggam tangan istrinya, dan menyemangati mereka. You can do it! Ahaha tetapi ada yang lucu juga, sih. Ada suami yang mengerutkan dahi dan terbengong heran saat melihat wajah istrinya yang kesakitan. Doi speechless kali, ya. Yoi kawan, melahirkan itu sakit. Itu kesimpulanku setelah menonton beberapa episode One Born Every Minute. Hohoho, ngilu sendiri. >,< So be sure to be there and give your best support to your lovely wife! ♡♡♡

Aku, sih, paling suka adegan setelah prosesi kelahiran, si suami menghampiri istrinya lalu mengecup kening dan bibirnya. Kadang ada yang bilang, "Thank you." Kira-kira maksudnya itu, "Makasih sudah berjuang melahirkan anak kita, luv." Oemjiiiiii manis bangeeeet. I can't breathe... (/v\) 
 
Intinya, film ini bagus dan layak ditonton oleh pasangan yang menanti kelahiran, pasangan yang baru menikah, atau bahkan yang masih sendiri-mandiri sepertiku. (ups!)
 
Kamu sudah nonton filmnya? Silakan beri komentar di bawah ini.
 
Luv,
Nadia Almira Sagitta

Thursday, June 18, 2015

Adriana

Sore ini aku menonton Adriana. Ini film adaptasi novel berjudul sama, Adriana. Film ini berkisah tentang sejarah Jakarta. Para penggemar sejarah mesti nonton ini. Seriously, I dare you. Aku sudah berkali-kali membaca novelnya, tetapi belum juga bisa memecahkan sendiri teka-teki yang disuguhkan oleh Fajar Nugros. Luar biasa memang. Ada kisah cinta, sejarah, dan persahabatan. Paket lengkap, Mamen. Berikut ini kutipan film Adriana favoritku. (Catatan: kutipan di bawah ini tergolong spoiler, jangan baca jika tidak ingin rasa penasaran kalian padam!)

"Impian itu, kan, letaknya nggak harus selalu di atas, kadang kamu hanya perlu ngelihat ke bawah dan mengejar impianmu." (Sobar, Adriana)

"Negara ini sudah diperbudak selama tiga setengah abad, Mamen. Lo masih mau memperpanjang sejarah perbudakan negeri ini? Dulu kita dijajah Belanda karena kita masih bodoh, Men. Orang bodoh dijajah sama orang pinter itu udah biasa. Elo dijajah cinta, Men, dijajah cinta!" (Sobar, Adriana)
Dijajah cinta, Mamen... Jadi, selama ini aku dijajah cinta? Aaaargh, ini kutipan paling ngena.

"Kita satu SMA, lho, tapi kamu nggak pernah lihat mungkin, ya. Tapi yang nggak kelihatan, belum tentu nggak ada, kan."
"Aku Andra, biasa dipanggil Ma..."
"Mamen."
"Yes. I'm your man."
(Adriana, 2014)

Yang nggak kelihatan belum tentu nggak ada, kan? Ini mah pas banget sama kehidupan anak nerd. Adrianaaaa, aku padamu! Anyway, Andra romantis. I'm your man, oh my!

Soundtrack film ini juga bagus. Favoritku ada dua: Lepas (Monita) dan Cerita Kita (Eva Celia)

Dari semua yang pernah aku coba
Dari segala yang ingin aku punya
Kaulah yang teristimewa
(Cerita Kita)

Sekian lama kucoba mengungkapkan
Arti hadirmu dalam setiap nafasku
Selalu kugapai dalam setiap harapan
Namun kulepaskan, meski tak ingin
(Lepas)

Aku tahu kuharus lupakanmu cepat atau lambat. Akan kulepaskan, meski tak ingin... Lagu ini diputar di penghujung film. Tepat sekali menggambarkan perasaan Sobar. Sobar, bersabarlah kau seperti namamu. Harapan yang gugur akan tergantikan oleh kuncup baru. Kau juga, Putri Harapan Pertama. Untuk sementara ini, kau putri harapan dan kebanggaan kedua orang tuamu. Kelak, kaulah putri harapan pertama seorang pemuda. Kau ia tempatkan di mimpinya paling utama. Harapannya nomor satu. Bersabarlah karena saat itu 'kan datang. Cepat atau lambat.

I give 4 of 5. ♡

Cheers,
Nadia Almira Sagitta


sumber gambar