Showing posts with label skripsi. Show all posts
Showing posts with label skripsi. Show all posts

Tuesday, May 24, 2016

Terima kasih, lho, kalian!

Sebentar, mau baper dulu. Aku baru saja membaca lembar ucapan terima kasih seorang senior yang mengerjakan skripsi yang bertopik sama denganku. Banyak sekali pihak-pihak yang ia sebutkan telah membantu skripsinya. Aku lantas teringat kepada seluruh pihak yang telah membantu dan mendukung prosesku dalam mengerjakan skripsi ini. Dan aku rasanya...mau nangis.

Skripsinya belum selesai, teman-teman, ayah-bunda, bapak-ibu. Masih banyak yang belum digarap sementara batas waktu pengumpulannya tinggal lima hari. Aaaaark, bismillah, bismillah. Bisa, insyaAllah. :')

Aku nggak mau mengecewakan kalian.
Ayah dan Bunda yang berharap aku lulus semester ini dengan predikat cumlaude. Memang, perjuanganku selama tujuh semester untuk menghasilkan nilai yang memuaskan itu karena kalian yang selalu menanyakan hasilku tiap akhir semester. Karena kalian yang perfeksionis itulah, haha. Sayang sekali kalau aku harus melanjutkan skripsi ke semester depan dan melepas predikat cumlaude yang selama ini selalu kalian banggakan.
Berlian, Ammy, Nabs--selaku sahabat SMA--yang selalu menyemangatiku menuntaskan skripsi. Kalian, deh, yang melihat aku berkutat dengan rekaman, transkripsi, bahkan melihat langsung aku memperoleh data.
Kak Budi--temannya Berlian--yang telah mau direpotkan untuk mengantarkanku ke belasan kecamatan di Kota Makassar hingga aku nggak perlu sewa mobil dan menghabiskan duit berjuta-juta. :')
Ismi yang sudah menemaniku serta membantuku begadang seharian mengolah data. Duh, aku nggak tahu harus presentasi apa di seminar hasil tanpa bantuanmu! :')
...
...
...
Banyak sekali yang mau kusebutkan, tetapi nanti jadi lembar ucapan terima kasih, padahal skripsi belum kelar! Haha, tenang saja, yang namanya belum kusebutkan di postingan ini, barangkali nanti kusebutkan di lembar ucapan skripsi betulan. Mohon doa terbaik dari kalian semua. Huf, mau ngasih hashtag #procrastinatorunited.

Nanad harus lulus semester ini.
Mudahkanlah, ya Allah.

Monday, January 11, 2016

Hari dan Malam Ini

Hari ini ada yang sidang skripsi
Hari ini ada yang meragu bahkan kehilangan semangat untuk menggarap skripsi
Hari ini ada yang ulang tahun
-
Malam ini, ada kisah seru yang dituturkan
Yang akhirnya membuat si peragu mendapatkan kembali keyakinannya
Bahwa skripsi yang digarapnya pasti akan berjalan seru, penuh petualangan, dan lancar jaya
-
Hujan malam ini membuat sepatu, rok, dan bajuku basah. Dalam keadaan begitu, harus tetap berangkat ke suatu tempat demi menjemput buku. Ngobrol asyik sekali sampai lupa waktu. Tahu-tahu pukul sepuluh. Obrolan skripsi ini memberi banyak inspirasi. Sepulangnya dari sana, skoliosisku kambuh. Sakit, tetapi tidak boleh mengeluh. Bersusah-susah dahulu, bersenang-bersenang kemudian. Mari totalitas demi skripsi!

Skoliosis, rukunlah denganku selama satu semester ini. Mohon kerja samanya. ^^

Nadia Almira Sagitta

Wednesday, September 16, 2015

Diskusi melahirkan ide skripsi

Ternyata, aku hanya butuh diskusi. Hari ini aku bercerita dengan seorang dosen. Eh, tiba-tiba saja aku mengutarakan topik skripsi yang berniat kukubur dalam-dalam. Mengapa dikubur? Soalnya, aku merasa topik tersebut tidak ada kontribusinya sama sekali dan terkesan sebagai topik asal jadi demi memenuhi tuntutan skripsi. Yoman, aku nggak mau, dong! Lantas, dosen tersebut memberiku ide, "Bagaimana kalau kamu meneliti perkembangan kosakatanya saja, Nad? Coba cek KBBI 1--4, KUBI kalau perlu." Huwaaaaaw, keren juga ya, Bu! Yap, yap, segera kulaksanakan! Ini topik kesekian yang kudapat dari dosen. Sebelumnya, aku juga mendapat wawasan dan tawaran untuk mengerjakan beberapa topik dari dosen lain. Semuanya masih perlu pertimbangan, sih. Nah, untuk mengisi waktu, bisa tuh kukerjakan satu per satu. Toh, rata-rata korpusnya kamus. Bismillah, hap hap hap semangat! Senang, ya, berdiskusi dengan dosen! :)

Teman-teman, walaupun sekarang aku sedang mencicil topik yang berkenaan dengan kamus, mohon doakan aku agar mendapat ilham untuk penelitian lapangan, ya! Aku sangat-sangat-sangat ingin terjun ke lapangan dan meneliti secara langsung. :")

Semoga ilham itu segera datang! Aamiin.

Luv,
Nadia Almira Sagitta

Wednesday, August 12, 2015

Merasa tertinggal

Baru aja mendingan dikit, eh, malah cari penyakit dengan bahas skripsi. Alhasil kliyengan lagi. Entahlah, aku jadi tertekan setiap mendengar teman yang habis pulang konsul, teman yang nemu topik baru, dan lainnya. Semakin merasa tertinggal di belakang.

Skripsi itu dikerjakan, bukan hanya dipikirkan. Kerjakan apa yang kamu sukai, kata seorang kawan. Akan tetapi, bagaimana caraku mengerjakan apa yang aku sukai bila aku saja tidak tahu apa yang aku suka?

Allahu... Jadi bagaimana?

Salam,
Nadia Almira Sagitta

Emoskrip

Emosi sedang terguncang. Sedikit-sedikit mau nangis. Gegara skripsi.

Kena migraine, nangis
Padahal kena migraine gegara nangis juga
Kena mag juga mau nangis
Apalagi ditambah kehujanan di tengah jalan
Rasanya, tuh, mau bersimpuh dibasahi air hujan dan teriak,
"Kenapa, ya Allah?" (oke dramatis, abaikan)

Entahlah. Pulang-pulang dari kampus bukannya mendapat pencerahan, malah bertambah pusing. Semangat dari teman-teman dan dosen malah membuat migraineku menjadi-jadi.
 
Ini hanya masalah tiga setengah atau empat tahun.
"Bagaimana skripsimu?"
"Entahlah, aku berpikir untuk empat tahun."
"Loh, kenapa? Yah, Nadia aja mundur...gimana aku. Jadi takut."
"Jangan. Topik kamu sudah tetap, kan? Aku yang belum."

Ah, tidak bisakah kalimat "Nad saja begini..." itu ditanggalkan? Itu malah membuat aku makin berat. Apabila kau dianggap jago oleh kawan-kawanmu, kau tentu tahu bebannya seperti apa. Masa, sih, seorang dia tidak bisa tiga setengah tahun? Oh, sungguh gengsi sekali. 

Tadi aku bersama empat kawanku berkonsultasi dengan dosen. Di antara mereka, rasanya hanya aku yang curhat. Pemaparan ideku singkat saja dan lebih didominasi, "Bu, apakah ide ini tidak terlalu mudah? Apa layak jadi skripsi? Malah sebenarnya sudah ada yang meneliti hal ini, kami hanya berbeda objek saja.", "Bu, bagaimana kalau misalnya saya ambil skripsi semester ini, tetapi di tengah-tengah saya mengganti topik dan melanjutkannya ke tahun keempat?", dan "Bu, andaikata saya memilih skripsi pada semester delapan, apakah saya bisa mencicil bimbingan dengan dosen pilihan saya sejak semester ini?"

Komentar dosenku, "Kamu ini kebanyakan galau. Topik kamu bisa dilanjutkan, kok. Ini malah sudah bisa diselesaikan. Perihal topik yang mirip itu tidak apa-apa. Pasti ada perspektif baru dari tiap penelitian. Jangan repot mencari topik yang wah jika pembahasannya tidak dalam. Itu bisa membuat nilai kamu kurang. Dosen senang hati, kok, membimbing mahasiswa walaupun si mahasiswa belum memutuskan skripsi. Jangan takut."

Iya, Bu. Terima kasih atas saran-sarannya. Sebenarnya, aku mau penelitian lapangan seperti senior-senior terdahulu. Coba perhatikan skripsi tahun 2000-an ke bawah. Luar biasa. Aku sampai heran dari mana mereka sok ngide topik yang menarik itu, padahal teorinya tidak diajarkan di perkuliahan. Aku mau punya topik yang wah juga. Aku tahu aku bisa mengerjakannya, aku hanya belum menemukan topiknya saja. Oh, sungguh, memikirkannya saja sudah membuatku pusing. Terhimpit antara idealisme, waktu, dan mimpi-mimpi selanjutnya. Aku hanya menginginkan karya tulis pertamaku bermanfaat untuk ilmu pengetahuan. Aku tidak mau asal tulis tanpa tahu landasan pemilihan topik tersebut. Apa semata berkejaran dengan waktu saja? Kan mau jadi peneroka bahasa, apa iya bisa kuwujudkan bila skripsiku biasa saja? Galau nian. Aku butuh istikharah!

Salam,
Nadia Almira Sagitta

Tuesday, August 4, 2015

Welkom, skripsi!

Tadinya nangis gegara lagu Teardrops on My Guitar. Itu lagu andalan tahun 2010 pas patah hati. Ahahahaha. Udah rencana mau gegalauan ngingat masa lalu, eh, kemudian dapat kabar kalau pengumpulan proposal skripsi itu tanggal 7 September. TUJUH SEPTEMBER, MEN. Haks, haks, haks. Air matanya ilang gitu aja, ini lebih penting! Skripsi, Nanadkuuuh. ^^♡