Thursday, November 7, 2013


Aku memimpikanmu kemarin malam.












Saking kagetnya, aku tak bisa berkata-kata. 

Saturday, November 2, 2013

Berbalas cakap

-Sebenarnya kita saling menyindir satu sama lain. Tepatkah bila kukatakan becermin?
*Entah darimu aku berkaca, atau dariku kau berkaca
Bukan cermin, karena refleksinya tidak sempurna
Pada akhirnya, walaupun mirip,
tetap saja kamu dengan duniamu dan aku dengan duniaku.


*Tidak butuh orang yang berbeda untuk membuat tersenyum tanpa alasan sekaligus bersedih tanpa alasan rasional. Iya, satu.
-Hai, satu sosok yang mengendap di lubuk sanubari. Kau datang menawarkan cinta sekaligus menorehkan luka.

*Berkalipun kamu menyapukan pandanganmu ke tempat itu,
sosok yang kau tunggu mungkin tidak akan pernah lagi di sana.
Tapi bukankah sekarang dia lebih dekat?
Iya, bukankah sekarang dia ada di lubuk sanubarimu?

-Tidak serta-merta ia menjadi dekat. Ia hanya bayangan yang setia menghantui. Bukankah lebih asyik bila sosoknya menjelma nyata?

*Antara ego dan perasaan
Kamu ingin sosok nyatanya, tapi apa dia akan bahagia?
Ataukah kamu hanya menyimpannya di anganmu, tapi apa kamu bahagia?

-Tak ada jaminan bahwa kebahagiaan itu akan tercipta saat kita disatukan dalam satu ikatan. Mungkin akan lebih baik bila kita mengejar kebahagiaan masing-masing. Bukan lagi mengenai saya, ataupun kamu.       



Ada dua kisah terhampar di sini. Keduanya memiliki keterkaitan. 
Selamat tertawa lepas atau menangis puas. 





Terima kasih partner cerita, SHN.
Semoga kita mendapatkan kebahagiaan masing-masing.

Hikmah

Pasti ada hikmah di balik rencana Allah
Pasti ada suatu kesimpulan yang dapat dipahami
Hanya saja belum waktunya kamu mengerti

Pun hikmah di balik kebingungan rasa ini




Tertinggal

Kususuri tiap lekuk bangunan ini
Mondar-mandir tak tentu

Kulayangkan pandangan
Menelisik keberadaan seorang pemuda

Nihil.
Tak kunjung kutemui sosokmu

Kamu menghilang
Begitu saja tanpa pesan selamat tinggal
Seharusnya kamu lenyap tanpa sisa, bukan?
Mengapa serpihan hati ini masih tetap tinggal?


Kamu pernah patah hati?


Sumber gambar

Satu tahun

Aku telah mencintaimu selama satu tahun
Kini kuputuskan untuk berhenti
Berhenti menguak kenangan
Berhenti berangan-angan
Berhenti berharap
Berhenti membagi kisah tentangmu
Berhenti menelisik keseharianmu di dunia maya
Berhenti patah hati

Sumber gambar


Apakah satu tahun mendatang diriku akan sibuk melupakanmu?

Dinding

Aku ingin lari
Tak mau aku di terjebak di sini
Aku tak ingin dinding pertahananku roboh lagi
Sudah retak, Tuan
Jangan kau perparah lagi.
Pergi!


Sumber gambar