Tuesday, November 18, 2014

Review Salon Tewink

Salon Tewink terletak di dekat Gang Kober, Margonda, Depok. Salon yang mengusung konsep salon muslimah ini merupakan anak bisnis dari Moz5. Saya baru pertama kali ke sana karena dapat kupon gratis. Lumayanlah, jatah salon bulan ini. *v*

Pukul 14.30 saya bergegas ke sana. Layaknya Moz5, ada plang berbunyi “Laki-laki dilarang masuk!” tergantung di pintu depan. Hal pertama yang menarik hatiku adalah salah seorang pegawainya berjilbab syar’i! Wih, saya kagum banget. Salon Tewink tidak begitu besar dibandingkan Moz5. Ada beberapa kursi salon di pinggir kiri dan kanan serta dua kursi untuk keramas di ujung tengah. Dinding-dindingnya dihiasi wallpaper bunga-bunga. Feminin sekali dan saya suka. ^^

Pegawai yang melayani saya adalah Mbak Dinda. Belakangan kuketahui dia orang Makassar. Yuhuuu, jumpa lagi dengan kawan sedaerah! Pelayanannya cukup ramah. Sayang, dia masih suka menawarkan perawatan ini dan itu padahal sudah kutolak. Tak apalah.

Mulai bahas perawatan back therapy-nya, ya. Komentarku? Puas banget! Hahaha, senaaaang. Durasinya cukup lama yakni satu setengah jam jika tidak salah ingat. Namanya back therapy, tentu berkonsetrasi di punggunglah, ya. Mula-mula dipijat, lalu diberi masker, kemudian di-scrubbing, dimasker lagi, dilap, dan ditaburi bedak. Salon Tewink hanya mematok Rp55.000,00 untuk perawatan ini! Cukup murah, kan? Saya jamin penatmu hilang dan badan terasa rileks setelahnya. ;)

Tak cukup hanya back therapy, saya penasaran dengan krimbat yang ditawarkan Tewink. Atas saran Mbak Dinda, saya mencoba krimbat ginseng. Bagus untuk rambut rontok, katanya. Urutan perawatannya saya lupa, kira-kira begini: keramas-diberi krim rambut-di-steam-dicuci lagi-dikeringkan. Standarlah, tetapi saya suka pijatannya.  Nah, untuk pengeringan saya diberi pilihan untuk dikeringkan biasa atau di-blow. Saya memilih blow, suka aja gitu lihat rambut rapi sebelum diikat lagi. Fufufu. Nah, kapster saya diganti nih dengan mbak-siapa-namanya. Cara mem-blow-nya saya kurang suka. Kasar dan terkesan terburu-buru. Rambut saya, kan, jadi sakit. Saya tidak menggeneralisasi, ya, ini pendapat saya terhadap si mbak-siapa-namanya. Akan tetapi, kekesalan itu terbayar dengan refleksiku di kaca. Cantik! :D

Untuk krimbat, kita mesti merogoh kocek sebesar Rp63.500,00 atau Rp56.000,00 bila menjadi anggota. Potongan harganya lumayan, tuh. Biaya pendaftaran anggota hanya Rp45.000,00. Seingat saya biaya pendaftaran ini sama seperti Moz5. Keuntungan-keuntungannya pun sama. Saya belum mendaftar karena kantong mendadak kering! Hahahaha. Nanti sajalah di kunjungan kedua. Saya masih punya kupon potongan harga sebesar 50% untuk body spa. Yuhuuu, disimpan untuk bulan depan, ya!

Positif:
*Suasananya bagus
*Pelayanan lumayan ramah
*Harga pas di kantong
*Perawatan beragam

Negatif:
*Kamar mandi terletak di lantai dua
*Kembennya kelonggaran -_-
*Cara mem-blow agak kasar
*Musik terdengar sampai musala
*Kapster sering dan kekeuh menawarkan perawatan lain
*Area bathtub menyatu dengan toilet. >> Nggak kebayang kalau ada yang sedang mandi susu atau rempah lalu saya pengin ke toilet. Well, maybe they have another toilet?

Apakah saya akan berkunjung lagi?
Sepertinya begitu. :)

Telah dipos di:
http://nadiaalmirasagitta.tumblr.com/post/102954671357/review-tewink-salon pada tanggal 18 November 2014.

Tuesday, October 14, 2014

Just decide

"Rachel, what am I suppose to do?"
"Forget what you suppose to do, Dex. Do it what you want to do. Live your own life the way you want to live it. Do you wanna teach? Teach. And do you don't want to be the man who lives in the big house? You hate them, don't be him. Or do. Just decide."
(Something Borrowed)

Dermaga

Menelusuri kembali cerita-cerita yang tertulis di blog ini. Sungguh lucu. Tiap tahun, selalu saja terisi dengan cerita cinta yang pahit-asam-manis. Diisi berbagai tokoh dengan karakter yang berbeda. Sepertinya akan terus begitu hingga hatiku menambatkan dirinya pada satu dermaga. Dermaga yang akan menjadi muara kisah hidup baru nan indah. Aku akan berlayar jauh, mengarungi petualangan-petualangan seru, dan akan selalu kembali pelukannya. Ke dermaga yang mengantarkanku pergi dan menyambut saat aku kembali.

Tokoh Utama

Assalamualaikum,
Maaf kamu lama kutelantarkan. Akhir-akhir ini aku sedang disibukkan dengan perkuliahan dan kepanitiaan. Sekali-kalinya menulis, malah lari ke Tumblr. Hm, where should I start?
Tahukah kamu bahwa kamu menjadi tokoh utama dalam cerpen yang kukarang baru-baru ini? Mata kuliah Penulisan Kreatif 'memaksa' kami mengarang sesuatu. Tema yang kupilih tak jauh-jauh dari cinta dan dari kamu. Aku tahu, tema ini dangkal sekali. Seharusnya aku malu karena tidak juga lepas dari tema berbau remaja seperti itu. Sayangnya, itulah satu-satunya media yang memfasilitasi luahan perasaanku. Suratku ini takkan sampai padamu, tetapi pena dan kertas telah menjadi saksi bagaimana suatu perasaan dilukiskan dalam kata-kata.
Tetaplah menjadi tokoh dalam cerita hidupku. Saat ini, besok, dan selamanya. Semoga kaulah jodoh yang dititipkan Allah padaku. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.

Wednesday, September 10, 2014

"No I won't fill your mind
With broken promises and wasted time
And if you fall, you'll always land right in these arms
These arms of mine." (Justin Timberlake)



Someday, someone will think about me and say something like this. He'll come to my house and try to get to know my family. Aamiin.


Allah, I'm in love right now. Does he feels the same way?
Allah, help me. Please. (/.\)

I don't know whether this is right or wrong. 

Monday, September 8, 2014

Sekali ini menjadi anak nakal

Pukul tiga pagi bersama tugas Penyuntingan yang tak kunjung selesai. Tetiba, aku menghitung-hitung sudah berapa orang yang ingin bertemu denganku. Bahkan, mereka perlu membuat janji terlebih dahulu agar aku meluangkan waktu. Tampaknya serius, dan aku tidak suka. Mengapa aku merasa dikejar-kejar oleh kalian?





...
Tidakkah kalian terlalu ikut campur pada hidupku?






Biarkan aku menjalani hidupku sebagaimana yang aku mau. Tidak. Kau tidak perlu memilihkan jalan mana yang terbaik. Aku tahu bahwa aku salah, aku hanya ingin menikmati kesalahan yang kubuat sendiri. Belajar menarik hikmah dari keputusan salah yang kuciptakan sendiri. Jangan terburu-buru menarikku ke lingkaran yang benar. Menjadi nakal sesekali itu boleh, kan? Jadi, biarkan aku. 








...tolong, bantu aku mencicipi sedikit kebebasan. Tak usah kau kejar aku lagi.

Friday, September 5, 2014

Terima kasih, Ayah dan Bunda

Kalaulah ada orang yang patut diberi terima kasih, itulah orangtua
Kalaulah ada orang yang selalu mendukung mimpi-mimpimu, itulah orangtua
Kalaulah ada orang yang kerap mendoakan keselamatanmu, itulah orangtua
Kalaulah ada orang yang bekerja keras demi penghidupanmu, itulah orangtua

Mereka, dengan berbagai upaya, memenuhi kebutuhan dan keinginan anaknya
Tak jarang, mengorbankan kepentingan diri sendiri
Semua demi kebahagiaan sang anak

Ayah dan Bunda, terima kasih atas kerja keras kalian untuk memenuhi kebutuhan Nad. Sungguh terharu malam ini, ketika kalian menghubungiku bahwa buku-buku yang sekiranya berguna untuk perkuliahanku telah ada. Bahkan, kalian menanyakan spesifik judul buku yang kujadikan acuan. Padahal, sudah ratusan ribu yang keluar dari kantong kalian demi buku-buku itu. Terima kasih atas dukungan kalian terhadap cita-cita Nad. Saya janji, segera kutuntaskan kuliah ini, kuserap ilmu sebanyak mungkin dari universitas ini, dan kulanjutkan pendidikanku setinggi mungkin. Akan kubawa kalian ke puncak kebanggaan yakni memiliki anak seorang doktor. Giliranku menyenangkan hati kalian, Ayah dan Bunda. InsyaaAllah. ^^ 


Now you know, guys, why I am struggling so hard for this. Me, Nadia Almira Sagitta, soon to be, a linguistic lecturer! ^^ 

(Ah, aku menangis saat menuliskan ini. Rasa terima kasihku tak bisa kuungkapkan sekadar kata-kata. Sudah terlampau banyak kebaikan kalian yang kurasakan. Maafkan diriku yang senantiasa merepotkan kalian)



With love,
Prof. Dr. Nadia Almira Sagitta, S.Hum., M.A. (Aamiin!)