Friday, February 8, 2013

Hai, entah mengapa acap kali aku melihat anak itu, aku terbayang wajahmu. :')

Nanti aku posting fotonya, ya.

Thursday, December 13, 2012

Dreaming of you

Pertama kali kau menyusup masuk ke mimpi
Berperan utama dalam bunga tidurku
Rasanya seperti fakta
Ternyata hanya maya
Ah, andai saja mimpi itu nyata...





Tuesday, November 20, 2012

Buku, kamu

Tahukah kamu bahwa aku memandangimu di balik tumpukan buku? 
Kamu begitu serius membaca hingga tak menyadari keberadaanku




Tanpa tanda

Aku mencintaimu tanpa tanda tanya
Tanpa titik, yang berarti tanpa akhir
Tanpa koma, yang berarti tanpa jeda
Tanpa spasi, yang berarti tak memberi kesempatan yang lain 'tuk menyusup

~~~

Aku menawarkan cinta tanpa tanda baca



Andai

Andaikan aku tak harus menunggu.
Andaikan aku bisa menjemputmu
ke singgasana hatiku




Sumber gambar

Pertanyaan dan Pernyataan


Bagaimana rasanya ditinggal seseorang yang kau cintai?

***


Maukah melepas kebahagiaan demi orang yang kau cinta?

***


"Baru saja kutemukan tulang rusuk itu, Din."
Aku tetap serius dengan netbook di hadapanku.
"Din, kau tahu tidak aku bertemu dengannya di mana?"
Masih berkutat dengan posisi yang sama. Tetap bergeming.
"Ternyata ia adalah tetangga yang berjarak tiga blok dari rumahku!"
"SubhanAllah, kan? Namanya jodoh ya, siapa yang tahu."
"Din, kamu dengar nggak, sih? Din!"
"...Apa?" jawabku parau.
"Kamu dengar tidak apa yang kubilang barusan?"
"Dengar, kok, dengar..." jawabku terbata. Kembali kupalingkan wajah pada netbook yang masih menampilkan layar yang sama. Google.
"Ya sudah, aku cuma mau menitipkan ini. Datang, ya."
Ia mengangsurkan selembar kertas karton yang tersampul cantik.
"Aku tunggu kedatanganmu loh, Din."
Ia menutup pintu ruang kerjaku. Meninggalkanku seorang diri bersama benda-benda mati. Netbook, rak, meja, kursi, pendingin ruangan...
Kutatap kertas itu.
Undangan pernikahan.
Aku mulai bereaksi,
Menangis tersedu.

Masih Sama

Lagi dan lagi, aku menemukanmu di tempat ini
Rasanya masih sama.
Masih saja berusaha menenangkan hatiku 
Masih mengatur napas yang tetiba beranjak tak beraturan
Masih menundukkan pandangan malu-malu
Masih mengulas senyum tipis

Ternyata aku masih mencintaimu.