Showing posts with label peneliti. Show all posts
Showing posts with label peneliti. Show all posts

Monday, January 11, 2016

Kaili, Parigi Moutong, dan Sulteng

Rasanya seperti menemukan harta karun. Buku Bahasa dan Peta Bahasa di Indonesia yang sudah kucari sejak lama akhirnya berada di tangan. Whoa, takjub sekali. Buku ini berisi pemetaan tiap bahasa yang ada di pulau-pulau Indonesia. Gila. Penelitinya mantap sekali! Makin cinta sama Badan Bahasa. ♡♡♡

Aku langsung membuka bab "Bahasa-bahasa di Pulau Sulawesi". Ah, tentu saja. Aku secinta itu pada Sulawesi. Sekilas aku melihat, Pulau Sulawesi Tengah memiliki bahasa yang sangat beragam. Salah satu yang menarik perhatianku adalah bahasa di Kabupaten Parigi Moutong. Hehe, jadi ingat calon proposal penelitian UTS-ku. Berdasarkan info yang kudapat di internet, bahasa yang ada di Kabupaten Parigi Moutong hanya Kaili dengam beragam dialeknya. Itu sempat membuatku urung memilih kabupaten ini dan beralih pada Kota Palu. Nah, berdasarkan penelitian Badan Bahasa, ternyata nggak cuma Kaili, mamen. Ada tujuh bahasa di sana. Fantastis!

Oh ya, ketertarikanku dengan Sulawesi Tengah diawali oleh presentasi Pak Sugit Zulianto di beberapa seminar bahasa. Di dua seminar yang kuikuti, Pak Sugit konsisten membawakan makalah mengenai keragaman bahasa di Sulteng. Dari beliau, aku baru tahu bahasa Kaili punya belasan dialek. Di Kota Palu, kondisi kebahasaannya sangat variatif. Ada bahasa Jawa, Bugis, Kaili, dan lainnya. "Mantap banget, nih, jadi ladang penelitian dialektologi," pikirku.

Sementara, perkenalanku dengan bahasa Kaili dimulai saat mengikuti mata kuliah Bahasa-bahasa di Indonesia. Saat itu, aku kebetulan membahas bahasa Kaili dialek Ledo. Duh, tampaknya bukan membahas, deh. Hanya memaparkan dan merangkum hasil penelitian Badan Bahasa dengan korpus cerita rakyat yang kupilih sendiri. Hahaha, aku masih ingat, tuh, bolak-balik Badan Bahasa demi memfotokopi buku tata bahasa Kaili dan morfologi sintaksis Kaili. Daaaan tahu tidak, Pak Sugit menghadiahiku Kamus Kaili Dialek Ledo miliknya! Duh, si bapak baik banget. Aku belum tahu kapan kamus itu kugunakan, semoga jadi pertanda bahwa aku akan melakukan penelitian di Sulteng ya, Pak. Siapa tahu aku jadi ke Parigi Moutong. Buku Bahasa dan Peta Bahasa di Indonesia memanggil-manggilku ke sana, nih. Haha, belum kepikiran kapan dan bagaimana, terutama masalah dana. 😁

InsyaAllah nanti. Jika Allah mengizinkan.

Thursday, October 22, 2015

Akademisi bin peneliti

MasyaaAllah. Allah benar-benar baik!

Baru saja mendaftarkan diri ke sebuah konferensi yang masih dijadwalkan akhir November. Eh, tahu-tahu pendaftarannya sudah ditutup. Alhamdulillah, panitia konferensi masih bersedia menyimpankan kursi untukku. Ah, terima kasih, Pak!

Ketika kau sungguh-sungguh menginginkan sesuatu, kau pasti akan mengejarnya sampai dapat, bukan? 

Aku belum tahu dengan siapa aku akan berangkat ke lokasi acara. Hm, mungkin sendirian? Soalnya, teman-temanku belum memberi pertanda akan mengikuti konferensi yang serupa. Nggak apa-apa, deh, berangkat sendiri. Saingan dengan pekerja kantoran pagi hari. :p 

Nggak apa-apa juga, deh, kalau terkesan seperti anak bawang di sana. Menjadi pendengar yang bahkan lulus S-1 saja belum! Berada di kerumunan dosen, profesor, mahasiswa S-2, mahasiswa S-3, atau peneliti. Cuek aja, yang penting senang. Iya, nggak? :)

Aku selalu senang berada di antara akademisi. Selalu ada kebahagiaan ketika berada di tengah-tengah orang cerdas. Mengagumi pemikiran mereka, mengagumi dedikasi mereka, mengagumi setiap inci dari sosok mereka. Aku juga mau jadi akademisi bin peneliti. Aku tahu jalanku ke sana masih panjang. Nah, biarkan aku memulainya dari sekarang. Aku memang masih omong besar perihal cita-cita. Memang sih aku belum berkontribusi apa-apa, memang sih aku belum mencoba menjadi presentator di seminar. Akan tetapi, aku yakin suatu saat nanti aku pasti bisa berada di panggung dan mempresentasikan hasil penelitianku!

Aku tahu suatu saat nanti aku akan mendokumentasikan bahasa-bahasa di Indonesia Tengah dan Timur sana. Aku tahu nanti aku bisa berperan dalam penyelamatan bahasa-bahasa yang terancam punah di luar sana. Di sekitar Asia atau Afrika, mungkin? Makanya aku mau masuk SOAS (School of Oriental and African Studies). Siapa tahu bisa bekerja sama dengan HRELP. ♡

Aku tahu apa yang aku mau. Kamu pun seharusnya juga begitu.

Salam,
Nadia Almira Sagitta

Monday, October 12, 2015

Karena Aku Cinta

Y: Kamu itu, sudahilah. Apa susahnya, sih?
D: Susah, Cantik. Hih, kalau prosesnya mudah, telah kusudahi dari dulu-dulu.
Y: Dengar, ya. Kamu pantas mendapatkan seseorang yang jauh lebih baik. Seseorang yang nggak berani bikin kamu galau kayak begini. Udahlah, kamu sama teman sejurusan aja.
D: Hahahaha, siapa?
Y: Itu.
D: Ah, nggak ah! Kuliahnya nggak serius.
Y: Tapi, kan, idaman banget ketaatannya.
D: Hm, dengarkan aku, ya. Kata ibuku, "Perempuan wajib mencari lelaki yang lebih baik darinya." Kalau dalam hal akademis, nilainya sudah minus di mataku.
Y: Yah, kalau gitu, lelaki di jurusan dan angkatan nggak ada yang pantas buat kamu, dong! Nilai tertinggi saja kamu yang pegang.
D: Hahaha. Aku nggak membidik pasangan dari jurusan kita, kok. At least, mungkin kupilih dari ranah Linguistik saja saat studi master atau doktoral. Atau peneliti LIPI.
Y: Aamiin. Nah, itu kamu punya prioritas, kan? Lantas kenapa galau sekarang?
D: Karena aku cinta. Oh my God, karena aku cinta.
Y: Kamu sungguh telah dibutakan cinta, D.